Skip to main content

Masih Usia 20an Sudah Beruban? Ini Penyebabnya...


Salah satu tanda-tanda penuaan adalah munculnya rambut putih atau uban di kepala Anda. Tapi bagaimana jika usia Anda masih terbilang muda namun uban sudah mulai terlihat? Tak hanya di usia 20, banyak orang yang mengalami perubahan warna rambut bahkan saat masih remaja.

Dilansir dari shefinds.com pada Selasa (13/12/2016), tumbuhnya uban di usia muda ternyata dipicu oleh beragam penyebab. Berikut 5 alasan tumbuhnya uban saat Anda usia seseorang masih 20an.

Genetik
Alasan yang pertama adalah gen yang ada dalam diri Anda. Cepatnya pertumbuhan rambut putih sudah tersimpan dalam kromosom yang diwariskan orang tua ke anak. Artinya, apabila orang tua Anda memiliki masalah rambut beruban pada saat masih muda, maka kemungkinan besar masalah itu akan di turunkan kepada anak ataupun cucunya.

Etnis dan Gender
Menurut sebuah studi pada tahun 2011 lalu yang dilakukan para dokter kulit. Ternyata etnis juga dapat mempengaruhi bagaimana dan kapan rambut Anda berubah menajdi abu-abu. Rambut orang bule cenderung berubah pada pertengahan tiga puluhan, sementara orang asia biasanya berubah di akhir tigapuluh. Sementara Afrika-Amerika biasanya tidak akan tumbuh uban sampai berusia empat puluhan.

Nutrisi dan Masalah Kesehatan
Gizi yang buruk sangat berpontensi bagi uban untuk tumbuh lebih cepat. Kekurangan vitamin B-12, serta kurangnya protein, vitiligo, anemia, tiroid, dan masalah kelenjar pituitari adalah penyebab lain tumbuhnya uban secara prematur.

Merokok
Sebuah penelitian yang diterbitkan di National Center for Biotechnology Information pada tahun 2010, menemukan bahwa perokok dua setengah kali lebih mungkin untuk uban tumbuh lebih cepat daripada non-perokok.

Stres
Anda bisa saja merasa sehat, namun tanpa disadari tubuh Anda bisa menerima tekanan akibat pikiran Anda yang sedang stres. Stres dapat menyebabkan terhambatnya produksi melanin yang merupakan pigmen alami pewarna rambut. Untuk mengatasi rambut uban tumbuh lebih cepat, usahakan agar mengatur keseimbangan kerja dan istirahat Anda dengan baik.

Sumber: beritaprima

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…