Skip to main content

Maraknya Pemboikotan, Metro TV Mendadak Islami, 'Sayang' Presenternya Tidak Pakai Jilbab!!!

araknya pemboikotan terhadap Metro TV rupanya menjadikan mereka mendadak Islami Meneladani Rasulullah. Yang bikin aneh itu presenternya tidak berpakaian Islami, tentu hal ini berbeda dengan metro TV yang juga memiliki Acara semisal Berita Islami Masa Kini, setidak-tidaknya pakaian mereka Sopan mengenakan kerudung dan tidak tabaruj.

Berikut komentar netizen:
Arfan Hardana
PENCITRAAN biar rating nggk anjlok sepertinya



Fahmi Ibrahim
Contohlah TransTv judulnya meneladani Kehidupan Rasulullah tapi host/pembawa acara nya pakaian nya sopan dan berhijab ga ketat yang menunjukan lekukan tubuh dan aurat.

Muhammad Taqdirul Alim
Teladani kehidupan rasulullah, tapi pembawa acaranya gak pake jilbab,

PoPo Kice
Iya ya, beritanya Meneladani kehidupan Rasulullah, tp dada Pembawa acaranya kok nyembul gitu…

Dhany Strawhat
iya kalo Rasulullah tidak pernah berbohong …

Anggara
Haduh sayang METROsongkan TV saya udah di hapus jadi g bisa liat

Reka Indrawan
Sekali boikot tetep #boikot

Arief Nagoro Pati
Kamuflase hahaha lagu lama kaset kusut

Faizal Juniansyah
jangan kena tivu lagi. Lanjutkan boikot chanel tukang tipu

Firdaoes Moeslim
Kembali berkamuflase nih tv 😁

Muhammad Zuhad
Haha dh gk mampan TVu-TVunya

Dobel R
tivu tetep tivu

Aradhea Indrawardhani Partadisastra
Bro hapus canelnya buru..!

Zulkifli Sahrul
Bunglon

Bintang Kejora
Gak ngaruh tetap ora eneng cannele wes tak hapus muak ndelok metro

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…