Skip to main content

Mana Imanmu Ahok, yang Dulu Kau Tantang Umat Islam? Kenapa Sekarang Nangis?


www.postmetro.co - Seharusnya Ahok tidak usah meminta maaf berkali-kali kepada umat Islam kalau merasa tidak bersalah.

Seharusnya Ahok tidak perlu mengatakan mau meniru akhlak nabi Muhammad, tapi katakanlah: "Saya mengikuti moral Yesus Kristus.."

Seharusnya Ahok tidak usah takut, tidak usah menangis menghadapi pengadilan karena dia mengakui punya iman paling kuat, jauh melebihi iman siapapun.

Kalau itu yang dia lakukan maka umat Islam pasti akan menghargainya sebagai 'lawan yang berbobot', bukan sebagai pecundang yang bisanya cuma berkelit-kelit menyelamatkan diri.

Dengan dimulainya masa persidangan penistaan agama oleh Ahok, saya sampaikan lagi rekaman video ini supaya kita tidak lupa bahwa dia, sebagai pengikut Kristen, dengan penuh keyakinan menantang keimanan umat Islam, lalu didukung oleh sebagian pemeluk Kristen lain dengan tulisan dan komentar mereka di medsos, mengutip ayat-ayat kitab suci mereka terkait kekuatan iman dan kebenaran omongan Ahok tersebut.

Ahok sudah menantang keimanan umat Islam, sekalipun mungkin diantara kita bukanlah pemeluk Islam yang sempurna, banyak berbuat dosa, banyak melakukan kesalahan, namun ketika keimanan kita ditantang, tunjukan diri kita: "Ini imanku, mana imanmu ??!!"

[by Ustadz Arda Chandra]

Simak video Ahok:

"Imannya apa? Gue kasih tau luh Iman. Kenapa saya tidak pernah takut saya mati. Karena saya tahu saya pasti masuk surga, dapat rumah, dapat makan!"

"Itu namanya Iman! Bukan cuma ngomong doang iman. Sembahyang apa... iman.. iman"

SEBARKAN !!!

JANGAN DITIPU DENGAN TANGISAN.... PADAHAL ASLINYA SEPERTI INI....



[ppc]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…