Skip to main content

Makin Sering Dicabut Uban Akan Makin Tumbuh Banyak, Mitos atau Fakta? Simak

www.Postmetro.co - Bagi mereka yang punya uban, seringkali mencabutinya menjadi hal yang 'wajib' karena alasan malu. Tapi ada juga yang bilang kebiasaan ini justru bikin uban akan tumbuh lebih banyak. Benarkah demikian?

Informasi ini menurut dr Eddy Karta, SpKK sama sekali tidak benar. Menurutnya, mencabut uban jika beruntung bahkan bisa digantikan oleh helaian rambut yang lebih hitam.

"Helaian rambut dan warnanya diproduksi oleh sel induk, dalam hal ini sel folikel rambut, yang terletak di lapisan kulit dalam. Seiring usia kemampuan sel folikel rambut memproduksi pigmen melanin menurun sehingga warna rambut pudar dan sampai putih," ungkap dokter spesialis kulit dan kelamin Edmo Clinic Jakarta Selatan tersebut kepada detikHealth.

Nah, ketika rambut helaian putih tersebut dicabut, maka proses penggantiannya bergantung pada kondisi sel folikel di bawah kulitnya. 

"Jika beruntung dapat saja memproduksi rambut yang lebih hitam atau tetap putih lagi sama seperti sebelumnya. Hal ini karena proses pembentukan pigmen rambut tidak selalu konsisten, bisa dilihat satu batang rambut kadang sebagian hitam sebagian putih," imbuh dr Eddy.

Selain masalah warna, dr Eddy juga menegaskan bahwa mencabut rambut tidak ada pengaruhnya dengan kecepatan pembentukan helaian rambut baru. Lain halnya jika rambut yang dicabut jumlahnya cukup banyak. 

"Tentu akan tampak menipis karena rambut barunya belum sempat tumbuh. Hati-hati ada risiko bila mencabut rambut yang sama berulang atau kasar, karena dapat mencederai sel induk sehingga produksi rambut baru justru bisa terhambat atau tidak tumbuh lagi rambut di titik itu," pesan dr Eddy. (dtk)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…