Skip to main content

Luput dari Liputan Media, Ternyata Ada Jasa Ayah Vidi Aldiano Dibalik Suksesnya Aksi 212

ilustrasi

Vidi Aldiano, mungkin sedikit orang yang tak mengenal penyanyi yang satu ini. Pasalnya penyanyi kelahiran Jakarta 29 Maret 1990 yang melantunkan lagu lagu melow ini banyak di gemari para remaja, apalagi kaum hawa. Lewat lagu yang didaur ulang yang telah dipopulerkan penyanyi senior seperti Cinta Jangan Kau Pergi dan Nuansa Bening, Vidi banyak dikenal.

Nah, apa hubungan Ayah Vidi dengan Aksi 212 ini? Siapa sebenarnya sosok ayah Vidi. Diunggah oleh akun facebook Sri Meriati, lewat sebuah gambar dan keterangan dalam gambar. Sri memberi caption " YG LUPUT DAN TDK DIKETAHUI PUBLIK ABI 212"

Dalam gambar yang diunggah tersebut, ada seorang pria paruh baya yang sedang menemani seorang wanita yang terbaring sakit. Terlihat pria itu sedang menyuapi wanita tersebut. Siapakah sosok pria ini yang di kiaskan Sri dengan sebutan "ABI 212".

Begini akun facebook ini menjelaskan. Menurut informasi yang diperoleh dari temanya, ia menyimpulkan yang menyediakan soud sistem pada aksi 212 lalu adalah Harry Kiss. Beliau adalah dermawan yang luput dari liputan media. Sebagai pengusaha kelas internasional, ayahanda Vidi ini telah membangun 40 masjid di seluruh Indonesia.

Keterangan dalam gambar yang diunggah Sri sebagai berikut,

Mau tahu salah satu yang berjasa di 212? Inilah orangnya bpk. Harry Kiss yang bisa membuat suara dari panggung utama dapat terdengar oleh seluruh jamaah yang hadir sebanyak 7 juta pada saat sholat jumat. Seorang pengusaha speaker berkelas dunia merk v8, telah membangun masjid lebih dari 40 diseluruh Indonesia, sangat sayang pada ibunda tercintanya sekaligus ayahanda seorang penyanyi terkenal Vidi Aldiano. (dari kiriman teman).


Selain itu ayahanda Vidi yang mempunyai nama lengkap Harry Aprianto Kissowo ini pernah mendapat penghargaan dari lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).

Harry mendapat penghargaan tersebut atas kontribusinya dalam pembangunan rumah sakit Indonesia di Gaza, Palestina.

Melansir tempo, bersama MER-C, selama ini Harry memang aktif mendukung dan melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan dan siaga bencana.

"Mungkin bisa dipercaya membantu MER-C itu hal yang luar biasa. Harusnya saya yang berterima kasih kepada MER-C karena diberi kesempatan untuk membantu tugas mulia ini," ucap Harry Kiss kepada awak media.

"Banyak orang di luar sana, yang banyak uangnya, tapi enggak dikasih kesempatan untuk membantu," imbuhnya.

MER-C merupakan organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak di bidang medis dan mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi.

MER-C bertujuan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri.

MasyaAllah, begitu kiranya orang-orang yang ikhlas dan tak membeberkan hal-hal kebaikan yang diperbuatnya. Salut Pak Harry Kiss, semoga selalu diberikan kesehatan dan limpahan rezeki yang berlimpah agar dapat selalu menolong orang-orang yang membutuhkan.

Sumber: wajibbaca

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…