Skip to main content

Lucu, Ternyata Ini Alasan Pak Ridwan Kamil Genggam Erat Tnagan Istri


Sudah sewajarnya para pria menggenggam tangan pasangannya.

Hal ini juga berlaku bagi Ridwan Kamil kepada istrinya, Atalia Kamil.

Namun ternyata ada maksud tersembunyi di balik tangan Kang Emil yang menggenggam tangan istrinya tersebut.

Tampak Kang Emil dan sang istri menghadiri acara Marketeers Award di Rits Carlton, Jakarta.

Saat sedang berjalan, Kang Emil terlihat menggandeng tangan istrinya.

Dalam keterangan foto tersebut, Atalia Kamil menceritakan maksud dari genggaman tangan sang suami.

Ternyata dibalik gandengan tangan tersebut, bukan hanya agar terlihat romantis saja.

Bisa jadi hal tersebut dilakukan karena khawatir sang istri akan belok dan belanja tak terkontrol.

Sekarang saya tau mengapa genggangan suami begitu erat kepada istri ketika berada di mal.

Bisa jadi terlihat romantis, tapi sebetulnya khawatir belok2 dan belanja tak terkontrol...hahhaha..

Ayo ngakuuuuu... *sesuai acara penerimaan marketeers award di Ritz Carlton, Jakarta sebelahnya pacific place..

#siCinta
Wardrobe by @malikmoestaram

Melihat caption yang ditulis oleh istri Walikota Bandung ini, netizen pun memberikan berbagai komentarnya.

@ikhsankamil16 : "Bisi meleng sama diskon bu @ataliapr :D."

@anitagenic : "Hahahah apalagi ibu balas lirikan orang" yg disitu ya bu.. Makin kenceng aja genggamanya."

@anitamuljanti : "Iya...Teteh cantik....ga boleh tengak tengok harus lurus pandanga ke depan...dan tatapan dingin terhadap barang."

@elissitiaisyah8919 : "Ahh bu wali kota bisa aja ..... itu mah dah kodrat perempuan utk belanja ini dn itu....xixixixi."

@audinarahmattilah : "Si ibu walkot mah captionnya bikin ngakak terus ih."

Sumber: bangkapos

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…