Skip to main content

Luar Biasa! Ratusan Kendaraan Warga Turki Kirim Bantuan ke Aleppo

ilustrasi



Sebuah aksi kemanusian telah digelar Turki untuk mendukung warga sipil keluar dari kota Aleppo yang luluh lantak karena serangan brutal rezim Assad dan sekutunya, telah berhasil menggalang ratusan lebih kendaraan yang mengangkut bantuan kemanusiaan ke perbatasan Suriah, Jumat, 16 Desember 2016.

Aksi kemanusiaan bertajuk "The Open Road to Aleppo" menjadi saksi bergeraknya 100 kendaraan yang diorganisir sebuah yayasan bantuan kemanusiaan Turki IHH, tergabung dalam konvoi di Kayseri, sebuah kota di Provinsi Anatolia. (IHH = İnsan Hak ve Hürriyetleri ve İnsani Yardım Vakfı/ The Foundation for Human Rights and Freedoms and Humanitarian Relief)

Konvoi 100 kendaraan pembawa bantuan kemanusiaan yang diberangkatkan pada hari Jumat akan menuju perbatasan provinsi Hatay yang berdekatan dengan kota Aleppo yang kini hancur.


Sebelumnya, rombongan kendaraan pertama pembawa bantuan untuk Aleppo telah memulai perjalanan pada hari Rabu menuju gerbang perbatasan Cilvegozu di Hatay.

Musa Yilmaz, salah satu anggota dewan pimpinan IHH mengatakan, ia ingin menunjukan dukungannya bagi warga Aleppo dan bertindak bertindak untuk melawan "penyiksaan dan penganiayaan" warga sipil di Aleppo.

"Muslim ditindas, dianiaya, dan disiksa di keempat penjuru dunia, termasuk negara-negara seperti Suriah, Irak, dan Afghanistan," tegas Musa.

"Kami akan menggelar musyawarah akbar untuk mendukung Aleppo dan menjelaskan bahwa kita
mendukung mereka," tambahnya.

Sementara dari provinsi Konya di Turki Tengah, dijelaskan oleh Hasan Huseyin Uysal dari IHH, sekitar 150 kendaraan ditambah 60 truk menuju ke Hatay.

"Aksi bantuan kemanusiaan kami masih berlangsung. Kami akan mencoba untuk mengupayakan penyaluran bantuan sampai kekejaman pada Aleppo berakhir "kata Uysal.

Sebuah aksi kemanusian lain yang digagas oleh Turkish Religious Foundation (TDV) dan Direktorat Urusan Agama Turki telah mengirimkan 38 truk bantuan kemanusiaan ke Suriah.

Berbicara kepada wartawan di Gerbang perbatasan Cilvegozu, kepala TDV Mustafa Tutkun mengatakan:

"Kami telah merampungkan persiapan kami untuk memenuhi kebutuhan warga sipil yang dievakuasi dari Aleppo. Kami mengharapkan akan ada lebih banyak lagi proses evakuasi," jelas Tutkun.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak berwenang lain di daerah ini agar dapat menyalurkan bantuan dengan cara yang paling efektif," tambahnya.

Tutkun mengatakan, masih ada lebih dari 10 truk bantuan lain yang akan dikirimkan ke Suriah sesegera mungkin.

Aysegul Genc, SekJen Bulan Sabit Merah Turki juga mengumumkan sebuah aksi kemanusiaan baru untuk menolong warga Aleppo.

Sementara itu, konvoi 12 truk dari provinsi Afyonkarahisar di Turki Barat juga sedang mengarah ke Hatay.

Sementara lima konvoi truk yang membawa 150 ton bahan makanan berada dalam perjalanan dari distrik Kucukcekmece di Istanbul, menuju Cilvegozu. Bantuan ini diorganisir oleh departemen agama setempat.

Di provinsi selatan Kilis, berbagai organisasi bantuan - termasuk dari Manajemen Bencana dan Kedaruratan Kepresidenan Turki dan Bulan Sabit Merah - mengirim bantuan kemanusiaan ke Suriah melalui gerbang perbatasan Oncupinar.

Bantuan tersebut termasuk makanan, pakaian, batubara, selimut, sepatu, dan makanan bayi.

Setidaknya, sejauh ini sudah ada 7.500 warga sipil meninggalkan Aleppo timur untuk mengungsi ke daerah aman di Idlib, menurut pejabat kelompok oposisi Suriah.

Sejak pertengahan November, lebih dari 775 warga sipil telah tewas dan 2.500 terluka dalam serangan rezim ke kota Aleppo, yang dikuasai kelompok oposisi, menurut pejabat pertahanan sipil setempat.

Suriah telah terkunci dalam perang saudara yang merusak sejak awal 2011, ketika rezim Bashar al-Assad dengan membabi buta menumpas protes kelompok pro demokrasi, yang meletus sebagai bagian dari rangkaian perlawanan kelompok pro demokrasi di seluruh penjuru Arab.

Sejak itu, ratusan ribu orang diyakini telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi akibat konflik.

Sumber: Kantor Berita Turki Anadolu Agency

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…