Skip to main content

LEZAT !!! Cara praktis buat bubur kacang hijau.



(DAPUR MEDIA™)-Ketika cuaca sedang dingin dan hujan, akan sangat nikmat rasanya jika hal ini digunakan untuk makan suatu makanan yang hangat, manis juga berkuah. Misalnya saja makan bubur kacang hijau. Tak hanya sedap dan lezat, makan bubur kacang hijau di saat cuaca sedang dingin juga akan membuat tubuh makin sehat. Ini juga bisa membuat kita semakin semangat dalam menjalani hari-hari.

Ngomongin soal bubur kacang hijau, kali ini Vemale punya resep membuat bubur kacang hijau sederhana yang enak dan lezat. Bubur ini juga sangat sehat dan dipastikan bisa membuat tubuh jadi lebih hangat. Seperti apa resepnya? Simak baik-baik berikut ini.

Bahan
  • 250 gram kacang hijau (cuci bersih, rendam di air dingin kira-kira selama 1 jam lalu tiriskan)
  • Air (secukupnya)
  • 100 gram gula jawa (sisir halus)
  • Gula pasir (secukupnya)
  • 150 ml santan kelapa
  • 1 lembar daun pandan
  • 1 rimpang jahe (memarkan)
  • Sejumput garam
Cara Membuat
  1. Rebus air hingga mendidih. Masukkan kacang hijau dan rebus hingga ia mengembang atau kulitnya pecah serta empuk.
  2. Jika kacang hijau sudah empuk, tambahkan gula merah dan gula pasir. Masukkan juga jahe yang telah dimemarkan. 
  3. Tambahkan daun pandan dan sedikit garam. Biarkan gula larut dan semua bahan tercampur rata. 
  4. Terakhir, masukkan santan kelapa dan biarkan bubur kacang hijau mendidih. 
  5. Agar santan tidak menggumpal, aduk terus hingga mendidih lalu matikan kompor dan bubur kacang hijau pun siap untuk disajikan.
Ladies, itulah resep bubur kacang hijau yang enak lagi lezat dan sehat. Gimana, resep yang sangat mudah bukan? Sebagai catatan, agar kacang hijau empuk saat direbus, pastikan bahwa kacang hijau direbus dengan air putih saja. Menambahkan gula, garam atau bahan lain di dalam rebusan kacang hijau yang belum empuk justru akan membuatnya tidak cepat empuk. Semoga resep ini bermanfaat

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…