Skip to main content

Ledies....Hindari Gaya Dandanan Yang Di Benci Pria


Make up memang terbukti ampuh dalam mengubah penampilan seorang wanita. Namun, saat dipakai secara berlebihan malah akan membuat wajah menjadi aneh.

Bukannya terlihat cantik, tapi bisa-bisa lelaki pujaan kabur karena ilfeel melihat bedak yang ketebalan atau lipstik yang terlalu menor.

Nah, agar hal ini tidak terjadi pada Sahabat Dream sebaiknya hidari 7 hal di bawah ini.

1. Lapisan make up yang terllau berat membuat penampilan menjadi terlihat cakey. Sebaiknya hindari pemakaian pelembab berwarna terang yang ditambah dengan pengaplikasian concealer. Hal itu malah membuat penampilan mu tidak terlihat alami.

2. Jangan pernah mengenakan bulu mata laba-laba untuk riasan sehari-hari. Bulu mata palsu yang ditumpuk-tumpuk membuat penampilan terlihat menjadi tak wajar. Kenakan saja pengeriting bulu mata dan maskara untuk mengangkat bulu mata.

3. Kulit kering yang bersisik membuat make up menjadi susah melekat. Jadi sebaiknya gunakan pelembab untuk menjaga kesehatan kulit agar tidak pecah-pecah dan terkelupas.

4. Laki-laki tidak suka melihat rambut perempuan yang terlalu bergaya macam-macam. Rambut yang bergelombang memang memiliki daya tarik alam. Sehingga jaga agar tidak kaku atau terlalu banyak diberi sentuhan gel dan hairspray.

5. Kaum adam juga tidak suka melihat perempuan memakai lip glos yang berat dan lengket.

6. Lipstik merah dan bernuansa gelap mungkin masih bisa menarik perhatian laki-laki. Tapi ternayta mereka lebih suka lipstik berwarna cerah atau warna-warna netral seperti nude dan pink.

7. Gigi kuning dapat merusak senyum indah kamu, jadi pastikan agar gigi tetap putih terawat agar tidak membuat pria incaranmu menjauh.

Sumber: dream

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…