Skip to main content

Ledies, Makanan Ini Akan Membuatmu Semakin Lapar Loch...


Jika selama ini kamu ingin makan supaya kenyang, justru ini sebaliknya. Setelah makan bukan semakin kenyang, justru membuat kamu ingin terus makan. Lalu bagaimana dengan rencana diet? Well, ternyata ada beberapa jenis makanan yang justru membuat kamu merasa lapar. Nah, agar rencana diet kamu tidak berantakan sebaiknya kamu menghindari makanan yang menyebabkan lapar ini.

Ladies, berikut adalah 5 makanan yang jika kamu makan justru membuatmu merasa lapar. Yuk, cek penjelasan dari vemale!

    Sereal
    Jika kamu terbiasa sarapan dengan sereal manis, sebaiknya mulai sekarang kamu menghindarinya. Ganti sarapan kamu dengan oatmeal dipadukan dengan kacang atau kismis. Oatmeal akan membuat kamu kenyang lebih lama.

    Roti Putih
    Roti putih memiliki Indeks Glikemiks yang tinggi, sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi saat diet. IG yang tinggi akan menyebabkan gula darah naik sehingga membuat kamu cepat merasa lapar. Alih-alih memilih roti putih sebaiknya konsumsi roti gandum, karena kandungan seratnya lebih tinggi.

    Jus Buah
    Banyak yang mengira mengonsumsi jus akan membuat kamu merasa kenyang lebih lama. Justru sebaliknya jus buah dalam kemasan memiliki kandungan gula yang tinggi. Hal ini menyebabkan gula darah naik dan membuat kamu lebih mudah lapar. Sebaiknya makan buah segar tanpa dijus.

    Makanan Tinggi Garam


    Nyemil yang asin memang enak. Aneka keripik yang tinggi kandungan garam akan membuat kamu merasa haus. Seringkali rasa haus dan lapar sulit dibedakan. Sebaiknya hindari nyemil makanan yang tinggi garam. Ganti camilan kamu dengan buah segar.

    Yoghurt

    Beberapa yoghurt ditambah dengan gula dan perisa buah. Sebaiknya hindari mengonsumsi yoghurt dengan perisa buah. Lebih baik kamu memilih yoghurt plain dengan ditambah buah segar. Selain lebih sehat juga akan membuat kamu merasa lebih kenyang.

Ladies, demikian 5 makanan yang harus kamu hindari agar tidak merasa semakin lapar setelah makan. Semoga informasi ini bermanfaat buatmu.

Sumber: vemale

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…