Skip to main content

LAWAN AHOK BERAT !!! Liat apa yang terjadi pada SI POLTAK


(MUSLIM MEDIA™)-Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, meyakini bahwa Gubernur DKI Jakarta incumbent, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, akan memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 2017 nanti. Tokoh politik yang juga dikenal sebagai advokat ini menilai calon-calon lain akan sangat berat menggeser posisi Ahok di Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang.

Elektabilitas Ahok hingga saat ini memang paling tinggi di antara sejumlah nama yang disebut-sebut bakal bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti. Bahkan, presentase yang dimiliki Ahok masih sangat timpang dibandingkan dengan para pesaingnya.

Secara pribadi, Ruhut Sitompul pun menyatakan dukungannya kepada Ahok untuk melanjutkan masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia juga mengingatkan kepada para calon lawan Ahok untuk berpikir ulang sebelum maju ke Pilgub DKI Jakarta 2017 nanti.

"Sangat berat lawan Ahok itu. Aku ingatkan, pikir-pikir lagi. Sulit menang, karena itu nanti percuma, dan aku ini juga masuk Kawan Ahok," uja Ruhut Sitompul di Jakarta seperti dilansir Antara, Kamis (26/2/2016).
"Sampai, sekarang baru Ahok yang siap maju, yang lain masih malu-malu kucing," lanjut kader Partai Demokrat yang juga sempat melakoni profesi sebagai aktor ini.
Sejauh ini, ada beberapa nama yang digadang-gadang akan turut meramaikan Pilgub DKI Jakarta 2017 nanti meskipun belum resmi, sebut saja Sandiaga Uno (pengusaha nasional), Ridwan Kamil (saat ini menjabat sebagai Wali Kota Bandung, Yusril Ihza Mahendra (mantan Menteri Hukum dan HAM), Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), juga Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya).

Selain nama-nama populer di atas, ada juga sejumlah tokoh lainnya yang disebut-sebut bakal maju pula untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di ibukota, seperti Sani Triwcaksa (saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta), Nur Mahmudi Ismail (mantan Wali Kota Depok), bahkan Ahmad Dhani (musisi) hingga Farhat Abbas (pengacara).

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…