Lahirnya Hamas 15 Desember 1987


Dengan latar belakang perkembangan politik di Palestina tahun 1987, disertai dengan turunnya semangat warga untuk melawan penjajah dengan senjata, 15 Desember 1987 Sheikh Ahmed Yassin resmi mendirikan Hamas yang merupakan singkatan dari Gerakan Perlawanan Islam.

Eskalasi kebijakan represif Zionis Israel terhadap rakyat Palestina menggelorakan semangat jihad warga Palestina yang saat itu masih terpisah-pisah dan cenderung individual dalam melawan penjajah Yahudi, menyebabkan Sheikh Ahmed Yassin membentuk suatu organisasi yang kini paling ditakuti pemerintahan Yahudi.

Serangan ganas yang dilakukan oleh sopir truk Yahudi pada 6 Desember 1987 terhadap mobil yang membawa pekerja Arab dan  menyebabkan kematian empat warga Palestina di kamp pengungsi Jabalya, menjadikan pemicu Sheikh Ahmed Yassin untuk mendirikan Hamas.

Dalam piagam pendiriannya yang diberi nama “Piagam Hamas” pada tahun 1988, menegaskan bahwa organisasi perlawanan ini didirikan untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Israel dan mendirikan negara Islam di wilayah yang sekarang menjadi Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.

Menjadi penghalang terbesar dalam pendirian negara penjajah Zionis Israel, pemerintah Yahudi terus menangkapi para pemimpin Hamas hingga peristiwa pemboman mujahidin Sheikh Ahmed Yassin pada bulan Februari 1994.

Meskipun terjadi perbedaan mendalam dalam masalah politik, akan tetapi Hamas (Sheikh Ahmed Yassin) dan Fatah (Yasser Arafat) memiliki pandangan yang sama dalam perjuangan bersenjata melawan musuh Zionis Israel. (Almasryalyoum/Ram)