Skip to main content

Lagi! Juara Umum Menembak di AARM Ke-26 di Filipina, TNI AD Semakin Disegani


www.postmetro.co - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Mulyono memuji pencapaian Kontingen Menembak TNI AD yang mampu meraih juara umum di perlombaan menembak tingkat internasional ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-26 di Filipina. Kompetisi menembak ini dilaksanakan sejak 21 November hingga 7 Desember 2016 dengan memperebutkan 45 medali emas, 45 perak, 45 perunggu, dan 15 trofi. Kontingen yang bersaing dalam lomba menembak se-ASEAN ini meliputi Malaysia, Thailand, Indonesia, Singapura, Vietnam, Brunei, Filipina, Laos, Myanmar, dan Kamboja. 

Menurut Mulyono, tekad kuat dan tanggung jawab besar selalu memberi yang terbaik untuk TNI AD dan bangsa Indonesia menunjukkan profesionalisme prajurit. Mulyono mengatakan, dengan raihan tersebut, TNI AD semakin disegani militer negara lain. Meski begitu, ia memberi sedikit catatan lantaran raihan trofi yang didapat kontingen TNI AD menurun dibandingkan tahun lalu. "Walaupun tugas sudah selesai dan prestasi terbaik sudah dipersembahkan, meskipun kita menjadi juara umum, namun perolehan trofi berkurang," ujar Mulyono di Mabesad, Jakarta Pusat, Selasa (13/12).

Mulyono melanjutkan, capain yang dicatat prajuritnya itu semakin melengkapi prestasi yang diperoleh TNI AD di kompetisi menembak Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) pada awal tahun ini. Demi mempertahankan dan merebut prestasi lebih baik, ia menyarankan, dilakukan evaluasi dan kaji ulang untuk menemukan kekurangan kontingen dalam menghadapi kompetisi tahun depan. Dengan menemukan kekurangan sekecil apapun, ia berharap, hal itu dapat menjadi pemicu prestasi terbaik di masa depan.

"Prestasi ini sudah 11 tahun dari tahun 2008 sampai dengan 2014 secara berturut turut selalu kita raih. Dan menjadi suatu kebanggaan tersendiri bahwa pencapaian prestasi ini berbekal dari senjata dan munisi buatan dalam negeri," kata Mulyono.

Tim petembak TNI AD sulit ditandingi oleh petembak AD negara ASEAN lainya setelah memperoleh 21 medali emas, 15 perak, 14 perunggu, dan 6 trofi. Urutan kedua diraih oleh kontingen Thailand dengan perolehan medali 10 emas, 15 perak, 9 perunggu, dan 4 trofi. Sedangkan peringkat ketiga direbut kontingen tuan rumah  dengan perolehan medali 10 emas, 9 perak, 14 perunggu, dan 3 trofi. Kontingen dari Brunei Darusalam meraih dua emas, serta Vietnam dan Myanmar masing-masing hanya mendapatkan satu emas.

Seluruh tim petembak TNI AD  yang diturunkan pada pelaksanaan pertandingan menembak kali ini berjumlah 61 orang, terdiri 37 orang petembak dan 24 orang pendukung, dikomandani oleh Mayor Inf Wimoko dan wakil Komandan Kapten Inf Abraham Pandjahitan dari Kopassus.  Adapun para petembak berasal dari berbagai kesatuan AD, yaitu Kopassus 24 orang, Kostrad 7 orang, Kodam II/Sriwijaya 3 orang, Kodam III/ Siliwangi, Kodam XII/ Mulawarman dan Kodam XVI/Pattimura masing-masing satu orang. Sedangkan materi kelas menembak yang dipertandingkan, yaitu menembak pistol putra dan putri, menembak senapan, Karaben dan senapan otomatis. Petembak TNI AD dalam pertandingan menembak menggunakan senjata dan munisi produk dalam negeri, yaitu PT Pindad. [rol]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…