Skip to main content

'Sombong Lagi'! Gempa Aceh Sumbang 9.000 Dolar AS, Kini Sumbang Aleppo 8.500 Dolar AS

ilustrasi


Masih ingat dengan Azzam Mujahid Izzulhaq? Salah satu alumni Aksi 212 ini beberapa waktu lalu menyumbang US Dollar 9.000 untuk korban gempa Aceh. Kini, ia kembali menyumbang US Dollar 8.500 untuk Allepo.

Dalam akun Facebooknya, Pria yang aktif berdakwah ini menulis:

Maret 2016 lalu, di Madinah Al Munawwarah adik ini yg pertama kali menyapa saya. Dia mengucapkan terimakasih kepada seluruh umat Islam di Indonesia yg telah membantu doa, upaya dan hartanya bagi penduduk Syria, terutama di Aleppo.

Saya sempat bertanya kepadanya, “Bagaimana dengan Presidenmu (Basar Assad)?”. Sambil terisak, dia menjawab, “Huwal Haywan (dia adalah binatang)”. Saking begitu tega dan kejinya seorang presiden memerintahkan pasukan militernya menyiksa, membumihanguskan rakyat dan wilayahnya sendiri. Adik ini meminta slayer yg saya pakai karena ada bendera merah putihnya, bendera Indonesia. “Saya cinta Indonesia,” tuturnya.

Saat berfoto, saya minta dia menyeka dulu air matanya. “Tunjukkan senyumanmu untuk saudara-saudara paman di Indonesia”. Ia menyeka air matanya, namun bola mata bersedih masih terlihat. Bagaimana tidak. Ia harus kehilangan seluruh anggota keluarganya. Adik ini kini tinggal di Madinah. Bersama orangtua angkatnya yg menolongnya dari kamp pengungsian.

Sudah beberapa hari ini terjadi lagi teror dan kezhaliman itu. Saya berkabar dari sahabat saya di Syria, Yasin, bahwa pasukan Assad dengan ‘dibantu’ pasukan dari Rusia dan pasukan ‘lainnya’ yg diduga dari Syi’ah, kembali membumihanguskan Aleppo. Membunuhi penduduknya dengan peluru, roket dan bahan peledak lainnya.

Para wanitanya meminta ayah dan suaminya membunuh mereka saja, daripada mereka disiksa dan diperkosa oleh pasukan-pasukan durjana yg menyerangnya. Sayang, siang ini nomor teleponnya sudah tidak bisa dihubungi kembali. Semoga Allah melindunginya dan seluruh kaum muslimin di Aleppo. Jika pun Allah berkehendak lain, semoga Allah menjadikan mereka barisan para Syuhada yg membela agama-Nya. Dan semoga saya, dan sahabat semuanya dapat berjumpa dengan mereka di surga-Nya. Amin.

Sahabat, mari bantu saudara kita dengan apa yg kita bisa. Dengan harta, tenaga atau pun doa di setiap sujud kita. Saya sendiri siang ini melalui salah satu lembaga kemanusiaan menitipkan donasi USD 8500 untuk saudara-saudara kita di Aleppo. Yuk, ber-fastabiqul khairat. Kita bantu meringankan beban mereka. Demi Allah, Allah akan meringankan beban hidup kita. Bantu, boleh diumumkan, boleh disembunyikan. Keduanya insya Allah baik.

Tidak perlu menjadi warga negara Syria yg tinggal di Aleppo untuk dapat merasakan derita dan berempati kepada mereka, kita hanya perlu menjadi ‘manusia’ saja…

sumber: inpiradata

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…