Skip to main content

Kuku Kusam Bikin Ga PeDe? Cerahkan Pakai Trik Sederhana Ini Aja!

ilustrasi

KUKU-kuku cantik berpoleskan cat kuku atau hiasan nail art yang lucu-lucu tentunya berbanding lurus dengan kosekuensi setelahnya.

Ya, tampilan kuku-kuku cantik sebagai hasil polesan kuteks atau cat kuku yang melekat lama di kuku tersebut berbanding lurus dengan efek kuku lama kelamaan menjadi warna kekuningan nan kusam.

Pusing dengan masalah yang disebutkan di atas? Tenang, permasalahan kuku kuning kusam ini bisa diatasi dengan trik yang relatif mudah bisa dilakukan di rumah.

Caranya adalah ambil sebuah helai kapas lalu basahi dengan nail polish remover, usapkan ke kuku hingga semua cat kuku atau kuteks sudah tidak menempel lagi. Setelah itu, ambil kapas kembali lalu basahkan dengan air perasan lemon. Kemudian usapkan kembali ke semua area kuku secara merata.

Jika tidak punya waktu untuk memeras air buah lemon, Anda juga bisa langsung menggosokkan buah lemon tersebut ke bagian area kuku. Gosokkan hingga semua kuku menjadi bersih, lakukan ritual ini saat malam hari. Diamkan semalaman baru keesokan paginya, cuci bilas semua kuku hingga bersih.

Belum puas hanya dengan cara di atas? Anda bahkan juga bisa mencampurkan bubuk baking soda dengan air perasan lemon, aduk rata hingga menjadi pasta kental. Setelah menjadi adonan pasta, baru oleskan tipis pasta tersebut ke semua kuku secara merata. Biarkan sesaat hingga kering, baru kemudian bilas kuku hingga bersih.

Terakhir, cara mudah lainnya ialah dengan menggosok kuku dengan pasta gigi selayaknya ritual menggosok gigi biasa. Cara ini ampuh untuk mengusir noda-noda yang menempel di kuku yang timbul karena terlalu sering mengenakan cat kuku. Demikian sebagaimana disitat 7beautytips, Kamis (8/12/2016).

Sumber: skanaa

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…