Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI meminta kepada Kiyai Haji Ma'ruf Amin untuk menjadi Khatib sekaligus Imam dalam Shalat Jum'at dalam rangkaian Aksi Super Damai Bela Islam III di Monas Jakarta pada Jum'at (2/12/16). Namun, Ketua Umum Majlis Ulamai Indonesia ini enggan menyanggupi jika Presiden Jokowi tidak hadir dalam aksi 212 tersebut.

Hingga jam 10 hari itu, sebagaimana dituturkan oleh Ketua GNPF MUI KH Bachtiar Nasir, Presiden Jokowi menyatakan tidak hadir hingga Kiyai Ma'ruf Amin pun tidak berangkat menuju Monas.

Secara mendadak, sebagaimana diumumkan dari panggung aksi 212 sesaat sebelum masuk waktu Zhuhur, Presiden Jokowi menyatakan akan hadir bersama Wapres, Panglima TNI dan sejumlah Menteri di Kabinet Kerja.

Lantaran kabar mendadak dari Presiden itu, Kiyai Ma'ruf Amin tidak mungkin hadir karena kendala tempat, waktu, cuaca dan juga suasana di sekitar Monas yang penuh jamaah.

Atas Kuasa Allah Ta'ala, Pengurus GNPF MUI merespons cepat kejadian di hari bersejarah kaum Muslimin Indonesia itu. Melalui rapat terbatas dan kilat, GNPF MUI memutuskan agar Habib Rizieq Syihab menjadi Khatib dalam Khutbah Jum'at, dan KH Nasir Zein Lc MA sebagai imamnya.

"Itu Kuasa Allah. Kami GNPF MUI hanya berniat menjadi pembuka awal dan akhir. Kami menghormati para kiyai senior untuk tampil. Tapi, Allah Berkehendak lain. Presiden datang secara mendadak, Kiyai Ma'ruf belum ada di lokasi," ujar KH Bachtiar Nasir dalam silaturahim setelah aksi 212 di Masjid Pondok Indah Jakarta pada Selasa (6/12/16).

Allah Maha Mengetahui. Allah Maha Menaqdirkan. Dialah sebaik-baik pembuat taqdir yang menaqdirkan Habib Rizieq Syihab sebagai Khatib dalam Khutbah Jum'at yang dihadiri oleh jutaan jamaah shalat Jum'at di hari itu.

Kira-kira, apa hikmahnya ya? [beritaislam24h.net / tc]
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: