Skip to main content

Komentar Artis Korea Ini Soal Foto Aksi 212 Bikin Heboh


JAKARTA -- Aksi 2 Desember atau Aksi 212 di Lapangan Monas Jakarta yang berjalan dengan damai dan tertib menuai banyak pujian dari berbagai kalangan. Bahkan pujian juga diutarakan oleh artis keturunan Korea Selatan, Lee Jeong Hoon, di akun instagram pribadinya.

Bahkan pujian Lee menuai kehebohan dari para pengikutnya. Pasalnya Lee memuji foto aksi 212 dengan kata Subhanallah. "Subhanalloh sholat jumat terbesar di Indonesia terjadi di Jakarta. Sungguh indah silaturahmi dan kebersamaan," kata Lee yang membuat status dalam foto aksi 212 yang diunggahnya di akun instagram pribadinya, Jumat (2/12).

Ia juga mendoakan untuk Indonesia. "Semoga Indonesia semakin damai, aman dan bersatu dan apa yg qt kerjakan mendapat berkas dan ridho juga dilakukan hanya karna Allah," lanjutnya.

Status Lee ini langsung saja membuat kehebohan bagi para penggemarnya. Status Lee ini disukai oleh 13.200 orang dan dikomentari 337 orang. Salah satunya pemilik akun megayaf. "Kak Lee Islam atau nonis (non Islam)?" tanyanya.

Pertanyaan ini kemudian dijawab pengikut Lee yang lain. "Lee nonis @megayaf tpi dia tolerannya bisa diacungi jempol," kata pemilik akun bimaagoeng30.

Namun pertanyaan agama Lee tidak disukai oleh pengikut Lee yang lain. "Aamiiin. aku ngga suka baca komentar diatas yang tanya agama lee oppa. YaAllah.. emangnya penting apa? kita damai, itu yang penting," kata pemilik akun mydeny.

"Semoga Indonesia aman dan damai @leejeonghoon .. thanks oppa yg udh menghargai perbedaan," komentar pemilik akun nrlkhoiriah.

"Malu sendiri kalo di sini banyak ribut2 kalo yang kaya Lee oppa aja mendoakan kedamaian.. Btw amin oppa.. Thank you," kata pemilik akun hildeknaag.

"Amin, siapa tau solat jumat nya masuk rekor muri atau rekor dunia @leejeonghoon," kata pemilik akun eggy_pianist.

Namun kemudian kehebohan ini terjawab oleh pemilik akun trisni_2402. "Itu caption yg nulis jenita janet ,, oppa cuma repost kok," ujarnya.

Berdasarkan situs Wikipedia, Lee Jeong Hoon lahir di Seoul, Korea Selatan pada 21 Juli 1986. Lee dikenal saat menjadi anggota boyband Hitz bersama Ferdinand Kartiko dan Irwan Chandra yang kini telah bubar. Kini aksi Lee di layar kaca dapat disaksikan di serial Kelas Internasional di salah satu televisi swasta nasional.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…