Portaldunia.com, PAREPARE - Organisasi Kepemudaan Parepare dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bersama dengan Mahasiswa Pancasila (Mapancas) menggelar dialog akhir tahun mengenai ancaman pergerakan komunisme era reformasi di Warkop Alif, Jl Andi Makkasau, Kota Parepare, Minggu (11/12/2016).

Arqam Azikin Idris yang bertindak sebagai narasumber membahas sejarah dan dampak yang ditimbulkan komunis Indonesia sejak mulai berkembang pada jama orde lama.

Ia mengatakan, kurangnya pemahaman dan jarangnya kalangan pemuda generasi sekarang yang mengetahui sejarah kekejaman PKI di Indonesia. Salah satunya yakni hilangnya film G30 S dari media televisi sejak 1998.

Arkam mengatakan, bentuk lain mulainya bangkit PKI di Indonesia dengan adanya segelintir orang yang membahas TAP MPRS Nomor 25 1966."Sekarang juga bisa dicek di buku materi pembelajaran, kata PKI tidak digunakan lagi melainkan hanya G30 S,"ujar Arqam.

Menurutnya, PKI itu merasa jijik dan kotor jika membahas agama. Mereka menempatkan agama dibawa telapak kakinya "jJangan tidak waspada karena komunis tidak akan mati di Indonesia. mudah-mudahan di Parepare tidak ada pake kaos palu arih, lambang komunis,"katanya.

Sementara itu, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1405 Mallusetasi, Letkol Czi Syarifuddin Sara menuturkan di era reformasi pengawasan PKI agak longgar karena alasan Hak Asasi Manusia (HAM).

"Sekarang (kalangan ini) melalui media berusaha membentuk opini di masyarakat kemudian bermatamorfosa PKI gaya baru. PKIbergerak menggunakan kekerasan dan seperti hantu serta membantai umat manusia. Jika dibiarkan maka akan terjadi benturan dan perang saudara,"katanya.

Kegiatan ini sendiri dihadiri juga, mantan anggota DPRD Parepare yang merupakan Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Parepare Rahman Saleh, Ketua KNPI Parepare, Mustadirham dan puluhan pemuda perwakilan OKP.

Sumber: Tribun
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: