Skip to main content

Kisah Inspiratif Dari Bang Jack Seorang Tukang Parkir Yang Mampu Membangun Sekolah Gratis

ilustrasi

Melihat kesehariannya, mungkin kamu nggak bakal nyangka bahwa pria satu ini telah berhasil mendirikan sebuah sekolah. Nggak main-main, sekolah yang didirikannya tak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Undang Suyarman, bukanlah berasal dari kalangan orang berada. Sehari-hari ia mencari nafkah melalui profesi yang sudah dijalaninya selama 24 tahun. Ya, Undang atau yang akrab disapa Jack ini adalah seorang tukang parkir di kampus Fakultas Ilmu Komunikasi,Universitas Padjadajran (UNPAD) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Penghasilan sehari-hari yang tak seberapa, Bang Jack dengan rajin mengumpulkan upahnya selama 20 tahun. Hasilnya? Pada tahun 2012 lalu, TK Nafilatul Husna Ataullah dan TPA Raudlotul Jannah berhasil berdiri dengan jerih payahnya. Ya, sekolah gratis ini memang diperuntukkan bagi anak-anak tidak mampu di lingkungan sekitarnya, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Hingga saat ini hampir 200 anak-anak bernaung di sekolah gratisnya. Meski baru bisa mengadakan kegiatan belajar mengajar di rumahnya, semangat Jack tak pernah surut untuk mengupayakan pendidikan terbaik bagi anak-anak tersebut. Begitupun lima guru yang ikut mengajar di sekolah ini. Mereka rela tidak dibayar, demi anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Kegigihannya mencerdaskan bangsa meski dirinya sendiri bukan golongan berada, memang selayaknya dijadikan contoh untuk kita semua.

1. Meski hidupnya serba pas-pasan, Bang Jack menolak dikategorikan sebagai orang miskinBang Jack memang hanya seorang tukang parkir. Pendapatan sehari-harinya juga bisa dibilang pas-pasan. Tapi Jack memegang teguh sebuah prinsip yang mungkin jarang sekali dipegang oleh orang-orang sepertinya. Ya, Bang Jack menolak untuk dikategorikan sebagai orang miskin. Bagi Jack, tak ada orang yang diciptakan dalam keadaan miskin. Dia dan istrinya percaya bahwa Tuhan tidak menghendaki umat-Nya miskin, kecuali mereka yang memiskinkan diri dan tak mau berjuang untuk lepas dari kemiskinan. Di dunia ini hanya ada dua kondisi, kaya dan berkecukupan. Dengan merasa berkecukupan inilah rasa syukur hadir dan memberikan berkah pada setiap hal yang diperoleh.

2. Berbuat kebaikan bagi mereka yang membutuhkan, tak harus menunggu kaya. Asalkan ada niat, semua bisa dimulai dari sekarang
Bagi Jack dan keluarga, tak harus menunggu kaya dulu kalau ingin berbagi dan menolong sesama. Kondisi finansial yang berkecukupan nyatanya tak jadi halangan untuk mereka mendirikan sekolah ini. Semua orang bisa berbuat kebaikan asalkan mereka bersungguh-sungguh untuk melakukannya. Bahkan, tak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun, menolong mereka yang membutuhkan tetap bisa diwujudkan. Yang penting dari semua itu adalah niatnya. Jika kamu menolong orang lain untuk mengharapkan ridho Tuhan, maka itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan apa yang dijanjikan Tuhanmu.

3. Selalu ada jalan bagi mereka yang gigih berjuang, asalkan sabar dijadikan sebagai penopang dasarMendirikan sekolah dengan kondisi perekonomian yang berkecukupan tentu nggak mudah bagi kebanyakan orang, bahkan mungkin nggak sanggup dilakukan oleh sebagian orang. Begitupun yang dirasakan Bang Jack. Banyak kesulitan yang harus dihadapinya dari segi finansial maupun sosial. Pekerjaannya yang hanya sebagai tukang parkir, namun punya keinginan tinggi untuk membangun sekolah tentu nggak terlepas dari orang sekitar yang memandang sebelah mata.

Dia tahu betul bagaimana cemoohan orang-orang sekitar. Namun, hal tersebut nggak jadi alasan untuk berhenti. Kegigihannya untuk terus berjuang mendirikan sekolah ini tak lepas dari rasa sabar. Dan kesabarannya itu yang justru membuahkan hasil. Banyak dukungan dan bantuan yang datang sehingga keberadaan sekolahnya tetap bisa lanjut hingga kini.

4. Ketika harta tak mampu menolong atau ilmu yang dimiliki juga tak terlalu tinggi, maka tenaga adalah sebaik-baik jalan keluarnyaJika sebagian orang menginginkan jadi kaya untuk bisa membantu kaum yang kurang mampu dan membutuhkan, maka tidak dengan juru parkir ini. Baginya, hal itu sulit bila dimimpikan dan dinantikan harus banyak harta dulu baru menolong orang lain. Makanya, Jack bilang, jika tidak bisa dengan harta, dia berharap bisa membantu dengan ilmu. Namun sayang, sekolahnya hanya sampai kelas 6 SD. Dia merasa tidak mampu jika harus membagi ilmu yang dipunya sekalipun berada di lingkungan akademisi. Oleh karena itu, baginya satu-satunya jalan adalah pakai tenaga. Makanya, Bang Jack nggak segan-segan untuk melakoni pekerjaan seperti ini karena hanya lewat inilah dia bisa mewujudukan impiannya untuk menolong orang lain.

5. Dan yang terpenting adalah agama, karena dengan kepercayaanmu itu, semua niat baik Sekolah gratis yang didirikan ini merupakan sekolah yang sangat menjungjung tinggi nilai agama. Alasan sang tukang parkir ini tak lain adalah pendidikan agama seharusnya menjadi dasar dalam pembangunan karakter generasi muda. Agama seharusnya menjadi tiang dalam membentuk generasi yang berkualitas dalam pemikiran dan perilaku. Pendidikan agama mengajarkan manusia berbuat baik, sopan, dan santun kepada orang lain. Mereka percaya, jika anak-anak dibekali dengan pemahaman agama di masa kecilnya, maka akan ada nilai-nilai moral positif yang terbangun pada karakter mereka. Dan itu tentu akan menjaga mereka dari tindakan-tindakan yang melanggar ajaran agama.

Ya, seperti inilah prinsip-prinsip yang dipegang oleh Bang Jack sejak awal. Hal-hal ini tentu bisa kita jadikan teladan demi perubahan yang lebih baik. Sang juru parkir ini adalah bukti nyata bahwa nggak ada yang nggak mungkin. Bisa kamu bayangkan bagaimana sulitnya mendirikan sebuah sekolah dengan kondisi seperti itu? Tapi toh sekolah tersebut akhirnya berdiri dan terus berjalan hingga kini. Nah, untukmu yang sedang berjuang, tetap sabar dan jangan gampang mengeluh ya!bisa diwujudkan dengan ikhlas

Sumber: hipwee

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…