Skip to main content

KHUSUS HIJABER:tips agar rambut tetap sehat

Tips Merawat Rambut Berjilbab Agar Tidak Rontok

Tips merawat rambut berjilbab – Rambut merupakan mahkota kebanggan bagi setiap wanita, tidak terkecuali bagi wanita yang menggunakan jilbab. Tanpa rambut tentunya wanita akan merasa mminder, sehingga tidak aneh jika banyak wanita yang mengeluarkan uang banyak untuk perawatan rambutnya.
Untuk wanita yang menggunakan jilbab, sudah tentu cara merawat rambutnya berbeda, sebab dengan rambut yang selalu ditutupi, tidak menutup kemungkinan rambut akan terasa rontok, lepek, bau karena keringat. Untuk itu nitips.com akan memberikan info bagaimana cara merawat rambut berjilbab yang benar seperti berikut ini.

Tips Merawat Rambut Berjilbab Yang Benar


Merawat rambut berjilbab
1. Gunakan bahan jilbab yang dapat menyerap keringat
Menggunakan hijab atau jilbab dalam kehidupan sehari-hari memang akan membuat rambut lebih mudah berkeringat. Jadi rambut akan terasa lepek dan kotor. Hal ini tentu akan menyebabkan ketombe dan memicu kerontokan rambut. Anda harus lebih pintar saat mengenakan jilbab dalam kesehariannya. Lebih baik pilihlah bahan jibab yang adem seperti bahan katun karena lebih mudah menyerap keringat. Dengan begitu, Anda akan terbebas dari masalah kerontokan rambut meskipun berhijab
2. Jangan gunakan jilbab saat rambut basah
Ketika Anda baru saja mandi dan berkeramas, jangan terburu-buru untuk menggunakan jilbab di kepala. Keringkan rambut terlebih dahulu saat Anda akan menggunakan jilbab. Menggunakan jilbab pada saat rambut masih basah akan memicu rambut jadi mudah rontok dan menjadikan rambut makin lepek dan bau. Anda bisa mengeringkan rambut dengan cara alami seperti menyeka dengan handuk. Jangan menggosok rambut saat akan mengeringkannya karena justru akan memperparah kerontokan. Jika Anda buru-buru, bisa menggunakan hair dryer untuk mengeringkan rambut. Namun aturlah pada suhu rendah agar rambut tidak rusak.
3. Jangan ikat rambut terlalu kencang
Mengikat rambut memang akan memudahkan kita saat akan mulai beraktifitas. Mengikat rambut juga biasa dilakukan pada saat akan tidur karena bisa mencegah rambut jadi berantakan. Namun sebaiknya jangan mengikat rambut terlalu kuat. Mengikat rambut dengan ikatan yang kuat bisa membuat akan rambut tertarik sehingga menyebabkan rambut rontok. Selain itu, gunakan ikatan dengan bahan yang lembut agar rambut lebih nyaman.
4. Rutin berkeramas
Tips merawat rambut berjilbab agar tidak rontok juga bisa dilakukan dengan keramas secara teratur. Pilihlah jenis shampo yang sesuai untuk jenis rambut yang Anda miliki. Jagalah kebersihan dan kesehatan kulit kepala dengan berkeramas secara rutin. Dengan rambut serta kulit kepala yang bersih, maka penyebab rambut rontok bisa dicegah.
5. Pilih jilbab warna soft
Selain menggunakan jilbab dengan bahan katun yang menyerap keringat, Anda juga perlu memperhatikan warna jilbab saat akan menggunakannya. Gunakanlah jilbab dengan warna yang lembut agar kulit kepala terasa nyaman dan tidak mudah kepanasan.
6. Istirahatkan rambut
Sebaiknya beri rambut untuk istirahat saat di rumah dan ketika Anda istirahat. Biarkan rambut terurai tanpa diikat ketika di rumah agar lebih mudah bernapas. Cara ini akan membuat rambut jadi lebih segar dan dapat mencegah datangnya ketombe.
7. Konsumsi makanan bergizi
Selain merawat rambut dari luar tubuh, Anda juga perlu melakukan perawatan dari dalam tubuh. Salah satu yang bisa dilakukan yaitu dengan konsumsi makanan yang bergizi untuk mendukung kesehatan rambut. Konsumsilah makanan yang mengandung vitamin B-6, vitamin B-12, vitamin C, vitamin E dan juga protein karena bisa membuat kesehatan rambutlebih baik. engan rambut sehat yang kuat, kerontokan rambut bisa diminimalisir.
Itulah tips merawat rambut berjilbab, semoga bermanfaat untuk kamu yang sedang bermasalah dengan rambutnya.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…