Skip to main content

"Menemani Keresahan Rakyat" "Menemani Keresahan Rakyat" Ditulis tangan sendiri oleh Bu Titiek Soeharto usai mengikuti Aksi 212


"Menemani Keresahan Rakyat"

Oleh: Titiek Soeharto
(Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Putri Presiden RI ke II H.M.Soeharto)

SUBHANALLAH.. saya tdk kuasa menahan air mata...
Hari ini saya menjadi saksi sejarah.. di mana ALLAH menunjukkan kekuasaan
dan kebesaranNYA...

DIA telah mengumpulkan jutaan manusia di jantung ibu kota ini, dengan satu perasaan yang sama... rasa Cinta yang mendalam kepada ALLAH semata...

ALLAH telah meringankan langkah hambanya dari seluruh pelosok tanah air dengan melewati berbagai rintangan untuk berkumpul di sini.

Berbagai tausiah dari berbagai tokoh Agama kami dengarkan dengan khusyu..
Sambil senantiasa mengagungkan namaNYA..

Menjelang Salat Jumat tiba, hujan mulai turun... saya membathin..
Akh..ini pasti karena ALLAH ingin menguji kecintaan hambanya..

SUBHANALLAH.. ketika salat mulai dan hujan mulai agak deras.. tidak satu pun dari jutaan orang yang salat beranjak dan bergeming dari tempatnya.. semua khusyu menjalankan perintahNYA..

ALLAH menyiramkan air wudhu kepada kami semua yang ada di Monas, Thamrin bahkan sampai Cempaka Putih..

Air mata dan hujan membasahi wajahku..
Ya ALLAH.. Engkau maha kuasa atas segala sesuatu.. kami begitu kecil dihadapanMU...
Hari ini telah KAU tunjukkan kepada dunia betapa besar dan damainya umat Islam Indonesia..
Berkahi dan rahmatilah pertemuan ini Ya ALLAH...
Lindungilah Bangsa kami Ya ALLAH..
Jauhkanlah kami dari malapetaka dan bencana..
Sejahterakanlah Bangsaku ya ALLAH...
Amiiiin..  Amiiin... YRA.

Monas-Jakarta, 2-12-2016

*Ditulis tangan sendiri oleh Mbak Titiek usai mengikuti 212 Jakarta.

(Sumber: http://www.cendananews.com/2016/12/menemu-keresahan-rakyat.html)

Sumber | republished by PortalDunia.Com !

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…