Skip to main content

Kepri Bakal Diserbu Wisman Cina

Portaldunia.com, TANJUNGPINANG -- Kepri bakal diserbu wisatawan asal Cina. Sebab, kini sudah ada akses penerbangan dari Negeri Tirai Bambu itu ke Bandara Hang Nadim, Batam dan Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF), mulai Tanjungpinang Desember 2016.

"Terbukanya akses internasional ini nanti, akan memberikan kemudahan masuknya wisman ke Kepri," ujar Ketua Apindo, Cahaya.

Masuknya wisman Cina via Great Kepri itu, menjadi generator kedua. Sebelumnya, sudah ada penerbangan langsung dari Cina ke Indonesia via hub tourism di Manado. Alhasil, Manado sudah mulai dibanjiri wisman dari 6 secondary city di Cina. Kadispar Kepri Guntur Sakti mengatakan masih ada waktu bagi industri untuk menyusun persiapan menghadapi banjir wisman Cina.

Apa saja yang harus dipersiapkan? Guntur menyebut rumus 3A-nya Menpar Arief Yahya, yakni Atraksi, Akses, dan Amenitas. Turis Cina itu suka pantai, kuliner dan belanja. Tiga hal itulah yang sedang dipersiapkan agar turis menemukan "Wonderful Indonesia" dan menjadi viral perbincangan di Cina.

"Soal bahari, jangan khawatir, Kepri ini banyak site yang keren! Soal kuliner apalagi? Seafood Kepri pas dengan seleranya masakan Oriental. Jadi soal atraksi, kami akan siapkan bersama industri," ungkapnya.

Ketua Apindo, Cahaya menambahkan, bandara yang akan digunakan untuk masuknya wisman-wisman asal Cina itu nanti adalah Bandara Hang Nadim, Batam dan Bandara Internasional RHF, Tanjungpinang. Wanda Group, perusahaan property yang juga memiliki tour and travel besar di Cina sudah komitmen untuk mendatangkan 500 wisman setiap harinya.

Cahaya kembali menambahkan, untuk melaksanakan kerjasama ini, perlu dukungan pemerintah daerah. Daerah-daerah yang menjadi destinasi andalan adalah Batam, Bintan, dan Karimun. Karena selama ini, mereka masuknya melalui Singapura. "Ini adalah kesempatan untuk menarik wisman datang ke Kepri," katanya.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan saat ini adalah momen yang tepat untuk membangkitkan wisata Kepri. "Banyak potensi wisata di Kepri yang belum diketahui. Tentu ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mebangkitkan pariwisata kepri," ujar Nurdin.

Sumber: Republika

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…