Skip to main content

Kelompok Neo Mu'tazilah Menyalahkan Erdogan Atas Tragedi Aleppo, Tapi Tidak Menyalahkan Iran ???


Banyak yang mencibir Erdogan atas tragedi Aleppo. Mereka mengutuk Erdogan karena tidak membantu dengan menerjunkan pasukan militer Turki ke Aleppo.

Yang ingin militer Turki terjun langsung ke Aleppo dalam kondisi sekarang ini adalah pihak yang ingin menghancurkan Turki sehancur-hancurnya. Namun Erdogan bukan politisi kacangan, Erdogan tak mau masuk dalam "jebakan" penghancuran.

Erdogan pun tegas mengatakan: "They said I failed Aleppo! they want me to send my army to fight against Russia, US-YPG/PKK Iran Assad and Israel all at once!"

(Erdogan: "Mereka mengatakan saya gagal atas Aleppo! Mereka ingin saya mengirim pasukan Turki untuk melawan Rusia, US-YPG/PKK (milisi komunis Kurdi), Iran, Assad dan Israel sekaligus!"

Kalau Erdogan mengirim pasukan ke Aleppo (sendirian, tanpa bantuan dari koalisi negara Arab seperti Saudi dll) itu sama saja misi bunuh diri. Dan itu yang dikehendaki AS-Rusia-Assad-Syiah Iran-Israel.

Berikut tambahan tulisan dari ustadz Nandang Burhanudin terkait "TURKI &


ALEPPO":

(1) 6 tahun lalu. Turki meminta AS, sekutu dan Rusia untuk memberi zona aman bagi sipil. Tapi semua menolak.

(2) Turki meminta jalur logistik untuk rakyat sipil. Tapi malah dibombardir. Hingga tragedi penembakan MIG Rusia terjadi.

(3) Turki pun dibatasi wewenangnya dalam operasi Eufrat Shield. Tidak boleh menghabisi PYD (milisi kurdi) dan harus memberi ruang ISIS.

(4) Turki sejak awal menjadi penyeimbang kekuatan yang membackup Assad. Turki selalu bertanya, mengapa Assad tidak dilengserkan seperti Qadafi atau Saddam?

(5) Giliran bertanya di atas. Malah Erdogan sendiri yang hampir saja hilang dari peredaran dengan kudeta berdarah. (Alhamdulillah gagal)

(6) Jawabannya terang benderang. Assad adalah anak kesayangan Israel dan Syiah Iran. Berkat Assad, kekuatan rakyat Arab dilumpuhkan.

(7) Assad berterimakasih pada AsSisi di Mesir. Berkat bantuan Mesir, pembantaian di Aleppo berlangsung cepat dan lancar. (Dulu saat Mursi berkuasa beliau mendukung Revolusi Rakyat Suriah menggulingkan rezim Assad -red)

(8) Sebagaimana Assad berterimakasih kepada kedua Menlu AS-Rusia, yang satu sama lain saling memberi ruang dalam membantai umat Islam Sunni.

(9) AS bebas membunuhi Muslim Sunni di Irak. Rusia di Syiria. Israel di Palestina. Iran di Yaman dan Libanon. Semua atas restu dari Raja Jordan.

(10) Jadi. Genosida di Aleppo adalah fakta. Rezim Assad seperti mendapat License to Kill. Sama halnya Netanyahu dan AsAsisi atau junta Myanmar atas Rohingya.

(11) Jika seorang Dubes RI tidak memahami soal genosida. Kita harus husnuzhan. Sebab seorang Dubes mendapat fasilitas lengkap dan pengawalan VVIP dari rezim Assad.

(12) Aleppo tidak akan berakhir untuk bangkit melawan. Sejarah Aleppo dibangun dengan darah, nyawa dan air mata. Aleppo hanya permulaan.

(13) Aleppo sedang menyadarkan kita, bahwa perang Salib tengah berlangsung atas karpet merah dan restu dari kalangan munafikin dan Syiah.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…