Skip to main content

Kayak Kampanye Aja? Ahok Minta Diputarkan Video Gus Dur Minta Masyarakat Pilih Ahok......Untung Saja Ditolak!

ilustrasi



Dalam sidang perdana perkara dugaan penistaan agama, terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat meminta kepada majelis hakim agar diberi izin untuk memutarkan video pernyataan Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Dalam vidio tersebut, Ahok mengklaim bahwa Gus Dur pernah meminta masyarakat memilih Ahok sebagai Gubernur saat Pilkada Bangka Belitung tahun 2007 silam. Namun, keinginan Ahok tidak ditanggapi oleh majelis hakim dalam persidangan itu.

Terkait hal tersebut, salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara itu, Ali Mukartono menjelaskan hal itu tidak perlu dilakukan dalam penyampaian eksepsi Ahok hari ini, Selasa (13/12/2016). Alasannya, hal itu sudah disampaikan Ahok juga dalam berkas perkara yang diterima mereka dari kepolisian. Sehingga, kata dia, agar tidak mengulang-ngulang, permintaan itu pun ditolak juga oleh pihak jaksa.

"Benar (menolak video Gus Dur diputarkan hari ini), kami kan dalam waktu 3 sampai 5 hari ketika berkas perkara kami terima dari penyidik polri, kita pelajari. Ternyata apa yang disampaikan oleh terdakwa itu sudah termasuk di dalamnya," kata Ali di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016).

Oleh karenanya, lanjut dia, agar tidak mengulang, pihaknya meminta pemutaran video tersebut tidak dilakukan hari ini pada majelis hakim. Namun, dilakukan pada saat memasuki proses pembuktian. Maka dari itu, mereka sepakat dengan majelis hakim yang belum menanggapi hal tersebut dalam eksepsi terdakwa Ahok hari ini.

"Nah untuk tidak mengulang-ulang sebaiknya itu (pemutaran video) di proses pembuktian karena itu sudah masuk materi perkara. Kan ini eksepsi, makanya harus di pembuktian. Makanya saya setuju dengan sikap majelis hakim," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta nonaktif Ahok, menjalani sidang perdana perkara dugaan penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Setelah mendegarkan dakwaan, Ahok pun menyampaikan eksepsi, pada akhir-akhir eksepsi, Ahok menyampaikan pengalaman dirinya bertemu dengan Gus Dur yang berkaitan dengan pemilihan gubernur.

Kemudian, Ahok meminta kepada majelis hakim agar diberi izin untuk memutarkan video Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang meminta masyarakat memilih Ahok sebagai Gubernur saat Pilkada Bangka Belitung tahun 2007. Tapi, keinginan Ahok tidak ditanggapi majelis hakim dalam persidangan itu.‎

sumber: teropongsenayan

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…