Header Ads

Katanya Jadi Teladan! PDIP 'Ngamuk' Kadernya Disebut Tidak Pantas Jadi Pimpinan DPR

ilustrasi


Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merasa tak terima dengan komentar pedas politikus Partai Gerindra Desmond J Mahesa soal tidak ada satu pun kader banteng moncong putih yang layak menjadi pimpinan DPR RI.

Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari bahkan membeberkan begitu melimpahnya kader PDIP yang punya prestasi luar biasa, sehingga layak dijadikan pimpinan DPR.

"Kayaknya aku lebih dari pantas, wong selalu dinobatkan sebagai satu dari sedikit influential women politician sejak 5 tahun lalu oleh banyak majalah dalam negeri maupun luar negeri," kata Eva saat dihubungi, Senin (12/12).

Menurut Eva, prestasi yang ia dapat tersebut baru segelintir yang didapat oleh pentolan partai banteng. Dia kembali mencontohkan ada nama Muhammad Prakosa yang seorang ekonom lulusan terbaik Universitas Harvard dan Berkeley.

Saking marahnya, Eva menyebut, prestasi yang diukir kader PDIP sudah terjadi sebelum partai Gerindra, tempat Desmond bernaung ada.

"Eks menteri, tidak korupsi yang sudah di politik dan berparlemen sejak Gerindra belum lahir," ujarnya.

Eva lantas pula membanggakan nama Hendrawan Supratikno yang bergelar profesor dan ilmuwan dengan mengurus politik sejak di daerah. Tak hanya itu, selain membanggakan prestasi kader, Eva juga membanggakan prestasi partainya yang mampu menjadi pemenang Pileg 2014.

Hal ini, kata dia, membuktikan PDIP mendapat kepercayaan rakyat dan sangat pantas menjabat pimpinan DPR bahkan Ketua DPR sekalipun. "Siapa yang ditunjuk DPP ya terserah PDIP, kita juga nggak nyampuri urusan dalam partai lain termasuk Gerindra kok," katanya.

Seperti diketahui, PDI Perjuangan kebelet agar anggotanya dapat jatah kursi pimpinan DPR RI lewat langkah revisi UU 17/2014 tentang MPR, DPR DPD dan DPRD (MD3).

Menurut anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa, fraksinya tidak mempersoalkan keinginan PDIP tersebut.

"Kalau PDIP mau kursi, kita kasih saja. Memang kenapa? Kalau kita di Gerindra itu kalau dia merasa berhak atau meminta, ya kita kasih saja," kata Desmond di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (Kamis, 8/12).

Terkait Fraksi PDIP sudah lakukan lobi-lobi maupun pembicaraan informal soal penambahan jumlah pimpinan DPR menjadi enam orang, Desmond bilang tidak perlu karena pada dasarnya Gerindra setuju.

Dirinya menduga pembicaraan soal penambahan jumlah pimpinan DPR untuk mengakomodir PDIP sudah dilakukan Ketua DPR RI yang baru, Setya Novanto dengan petinggi PDIP jauh sebelumnya.

"Mungkin tidak perlu dengan Gerindra, karena ini mungkin bagian deal dengan Novanto," kata dia.

sumber: rmoljakarta
Powered by Blogger.