Header Ads

Kasus Eko Patrio Hanya Pengalihan Kasus Ahok?


Di sejumlah media online, politikus PAN Eko Hendro Purnomo atau biasa disapa Eko Patrio disebut menyatakan penangkapan teroris di Bekasi merupakan pengalihan isu kasus Ahok. Hal ini langsung ramai menuai komentar. Salah satunya dari Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian.

Dapatkan diskon Rp 300,000 untuk tiket libur Natal & Tahun baru-muJenderal Tito membantah keras penangkapan teroris di Bekasi adalah pengalihan isu Ahok. Dia bahkan siap dicopot dari posisi Kapolri jika ada bukti terkait hal itu.

Polri pun mengundang Eko untuk mengklarifikasi pemberitaan yang mengutip pernyataannya itu. Polri mengundang Eko untuk hadir ke Bareskrim, Kamis (15/12) lalu. Namun, anggota Komisi X DPR itu tak datang.

Selang sehari kemudian, Eko pun datang ke Bareskrim. Usai diperiksa, Eko menegaskan tidak pernah menyatakan bahwa penangkapan teroris di Bekasi merupakan upaya pengalihan isu Ahok. Dia juga menyebut pemberitaan itu tidak benar.

Eko mengaku terkejut atas pemberitaan yang mencatut namanya itu. Kepada polisi, Eko menegaskan tidak pernah memberikan pernyataan apapun terkait isu tersebut, apalagi diwawancarai. Dia yakin, wartawan tujuh media online tersebut mengunggah berita dari hasil mengarang bebas.

"Kondisinya saya juga tidak tahu, tiba-tiba malam hari ada berita yang dibuat oleh yang tahu hanya satu, tapi dari teman-teman ditelusuri ada tujuh media online yang buat saya imaginer mengarang bebas," kata Eko di Bareskrim, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (16/12) kemarin.

Eko menegaskan pemberitaan itu telah merugikan nama dan partai yang menaunginya, termasuk institusi kepolisian.

"Kita mengambil kesimpulan ini bagian dari fitnah zalim, yang tadi saya sebutkan tadi baik saya maupun kepolisian dan sebagainya," lanjut dia.

Atas alasan itu, Eko merasa perlu mengklarifikasi terkait berita yang dimuat secara khusus di tujuh media online tersebut. Tak hanya memberikan klarifikasi, dia juga membuat laporan agar pembuat berita itu bisa dijerat secara hukum.

"Saya justru mengapresiasi kepolisian yang justru cepat tanggap, jujur saja tadi saya tidak ada niat melaporkan karena apa, ya sudahlah saya juga berangkat dari media juga," katanya.

Dia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terhasut dengan berita-berita bohong yang tersebar secara online. Apalagi, media tersebut tak jelas keberadaannya.

"Jadi sekali lagi saya terima kasih dengan teman media yang ada di sini yang selalu menggunakan kode etik jurnalistik. Ini pembelajaran juga biar balance dan juga masyarakat tidak gundah dan gulana tidak juga mudah terhasut, terprovokasi dengan pernyataan yang dibuat media online yang notabene adalah tidak bertanggung jawab," paparnya.

Sumber: merdeka
Powered by Blogger.