Skip to main content

Kakek Tua Nikahi Gadis Muda, Klo Sudah Jodoh Memang Gak Kemana! Sebuah Motivasi Buat yang Muda, Kamu pasti bisa :)

Jodoh itu di tangan Tuhan, artinya seseorang tidak tau dia berjodoh dengan siapa, walaupun secara upaya seseorang bisa mencari yang menjadi pilihan hatinya. Yang namanya cinta itu tentu saja subyektif tergantung siapa yang menilai dan merasakan. Ibarat pepatah mengatakan bahwa cinta itu buta, rasanya memang benar melihat beberapa kasus percintaan yang memiliki banyak perbedaan pada pasangan tersebut. Ada juga yang berkata Cinta juga tidak mengenal usia, jika hanya saling menyayangi perbedaaan umur pun tidak ada masalah.

Namun walaupun begitu tetap saja pernikahan yang terpaut usia sangat jauh akan menjadi sebuah kontroversi di kalangan masyarakat. Seperti salah satu kisah seorang lelaki tua dan gadis muda yang menikah dengan jarak usia yang sangat jauh ini. Sebenarnya jika dilihat wanita tersebut lebih pantas sebagai cucu dari sang kakek. Sebuah akun facebook bernama Siti Wulan Dari mengupload sebuah foto pernikahan. Di foto tersebut terlihat sosok pria tua yang memakai kaca mata hitam sedang minum susu menggunakan dot yang digunakan untuk bayi.

Di sampingnya duduk seorang perempuan muda yang memakai pakaian pengantin dengan hiasan yang ada di wajah dan juga rambutnya. Namun belum diketahui pasti identitas lengkap kedua pengantin tersebut dan juga alamat pasti tempat terjadinya pernikahan itu. Namun sejak diunggah foto tersebut mendapatkan banyak perhatian dari para netizen. banyak para netter yang memberikan komentar yang terdengar menggelitikan untuk pria tua dan perempuan muda tersebut.

Banyak yang berkomentar bahwa wanita itu hanyalah melihat pada harta yang dimiliki dang kakek dan bukanlah cinta. Terlihat pada handphone yang ia pegang, itu adalah bukti bahwa harta dapat mengalahkan segalanya bahkan perbedaan umur yang terpaut jauh sekali, ucap salah satu netizen dikolom komentar. Di Indonesia sendiri hal tersebut bukanlah yang pertama kalinya, itu hanyalah salah satu dari sekian banyak kasus yang sebelumnya pernah terjadi di Indonesia, bahkan mungkin banyak yang terjadi hanya saja tidak terdengar masyarakat luas.

Ada lagi kisah kakek 63 tahun yang menikah dengan gadis 18 tahun

Pernikahan Haji Nasir (63) dengan Milawati (18) di Desa Suwa, Bone, Senin (11/7/2016), masih hot saja diperbincangkan.
Foto mesra Nasir-Milawati merebak di media sosial.
Nasir tampak tidak canggung bergaya di samping wanita berjarak 45 tahun dengannya, laiknya ABG.
Bagi warga Desa Masago Kecamatan Patimpeng, kampung Nasir di Bone, gaya pensiunan guru di foto itu sudah biasa.




Nasir memang dikenal kakek gaul di kampung ini.
Mereka terlihat sumringah, rona wajah mereka seperti pasangan yang sudah menjalin cinta sejak lama.
"Orangnya PD sekali, waktu pesta nampak wajahnya kelihatan bahagia sekali, selalu senyum padahal baru-baru kenal saja, tetapi seperti pacaran," kata istri Kepala Desa Suwa, Hudayah, di rumahnya kepada TribunBone.com, Rabu (13/7/2016).
Kemarin siang, kediaman mempelai wanita sepi.
Rumah petak di di Blok Nuri No 2, Camming, itu tak berpenghuni.
Milawati, suaminya, serta kedua orangtuanya, Syahruddin-Cia, keluar rumah.

"Tadi pagi mereka keluar menggunakan mobilnya, mungkin berkunjung ke rumah sanak keluarga atau ziarah kubur," kata tetangga, Syahruddin Enceng (36).
Di rumah petak yang terlihat lapuk berukuran 3x9 meter persegi itulah Milawati dibesarkan.
Syaruddin-Cia, adalah buruh PG Camming. Mereka berasal dari Kajang, Kabupaten Bulukumba.
"Sejak sekitar 18 tahun yang lalu tinggal di Kompleks di sini," kata Syahruddin.
Harta Duda
Di Desa Suwa, sejumlah warga masih memperbincangkan pernikahan “berat sebelah” itu.
Sebagian warga menilai Milawati bak ketiban durian runtuh.
Yang berpendapat begini karena menghubungkan dengan kekayaan Nasir.
Penampilan seharian Nasir memang agak berbeda dengan kebanyakan pria berumur lebih setengah abad.
Sehari-hari dia lebih senang mengenakan celana pendek ditambah cincin emas dan bawa uang banyak.

"Kalau emas ada memang punya cincin selalu napake ada juga biasa uang banyak selalu nabawa di kantongnya," kata tetangga Nasir, Ami.
Menurut kerabat Nasir itu, penampilan itu wajar sebab mantan duda tiga bulan itu punya banyak harta.
Ami mencoba menghitung kekayaan Nasir di depan TribunBone.com.
“Satu mobil Toyota Rush, 1 rumah bertingkat dua. Sawahnya toch kurang lebih 4 hektar, tanah keringnya ada 4 hektare juga," kata Ami.

Selain itu, Ami yakin isi tabungan Nasir tidak kurang dari Rp 600 juta.
"Pernah saya lihat di dua rekeningnya, Rp 600 juta lebih," ujarnya.
Nasir juga masih dapat “limpahan harta” dari almarhumah istrinya yang juga pensiunan PNS.
Bukan hanya itu, Nasir juga punya banyak ternak.

"Sapi yang dimiliki H Nasir sekarang kurang lebih sekitar 40 ekor yang ia titipkan di orang lain, harga sapi per ekornya jika jantang Rp 9 juta per ekor, kalau betina Rp 7 juta per ekornya, jadi harga sapinya saja ratusan juta," jelas Ami.
Nah, semua harta itu hanya dimiliki berdua kini, Milawati dan Nasir.
Belum ada calon pewaris selain Milawati, sebab Nasir belum punya anak.(TribunBone.com/Justang Muhammad)

Demikian sekilas berita tentang Kakek Tua yang Menikahi Gadis Muda, Yang belum nikah ini dijadikan motivasi, kalau kakek-kakek saja bisa mendapatkan gadis pujaaannya, tentu kamu yang masih perkasa juga bisa, kamu hanya butuh PD alias percaya diri.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…