Skip to main content

Kakak Angkat Yang Memeluk Ahok Ini, Finalis Miss Universe 1980


Dalam menjalani sidang perdana di Pengadilan Jakarta Utara Selasa (13/12) yang lalu,  beredar foto seorang perempuan berhijab yang sedang memeluk  Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama.
Foto tersebut banyak diperbincangkan netizen dan menjadi viral di social media.  Sosok perempuan tersebut merupakan kakak angkat  dari Basuki Tjahaja Purnama yang bernama Nana Riwayati atau lengkapnya Andi Nana Riwayati Basoamier.  Nana adalah putri dari pasangan Andi Baso Amier dan Hajjah Misribu keluarga Bugis-Makassar yg merupakan orang tua angkat dari Ahok.
Behind The Scene foto Ahok dan kakak angkatnya (foto : Istimewa)
Ditengah ramainya perbincangan foto itu, ada hal lain yang belum diketahui publik.  Tak banyak yang tahu bila sosok Nana Riwayati merupakan wakil Indonesia diajang kontes kecantikan terbesar di dunia, Miss Universe.  Walaupun begitu, dikalangan pecinta kontes kecantikan (beauty contest) sosok Nana Riwayati ramai diperbincangkan.
Nana Riwayati pernah  mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 1980 yang saat itu dilaksanakan di Seoul, Korea Selatan. Saat itu pemilihan wakil Indonesia belum dilakukan secara terbuka seperti yang dilakukan Yayasan Puteri Indonesia setiap tahun, namun melalui audisi yg dilaksanakan secara tertutup.

Pada ajang Miss Universe 1980, Kakak Angkat Ahok  yang kini berjilbab ini belum berhasil masuk dalam jajaran semifinalis. Tetapi berhasil masuk dalam jajaran Top 56 swimsuit completion. Nana Riwayati mengenakan Baju Adat Badok, pakaian khas Sulawesi Selatan pada sesi kompetisi National Costume.

Setelah berkompetisi di Miss Universe Nana Riwayatie juga pernah menjadi pemain film.Berdasarkan data dari laman filmindonesia.or.id, Nana tercatat membintangi dua buah judul film. Kedua film tersebut bertajuk Tiga Dara Mencari Cinta (1980) dan Tomboy (1981).
Film Tiga Dara Mencari Cinta sendiri merupakan film yang mencoba mengolah kembali Tiga Dara, karya Usmar Ismail yang telah sukses. Mengusung genre komedi, film ini dibintangi oleh Roy Marten, Jojon, Ingrid Fernandez, Nana Riwayatie, Winny Aditya Dewi.

Masih bergenre komedi, film Tomboy sendiri disutradarai oleh Djun Saptohadi. Selain Nana Riwayatie, film ini juga dibintangi oleh Zainal Abidin, Pratiwanggono, Adi Bing Slamet, Alona Alegre, Happy Pretty.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…