Skip to main content

Kakak Adik Bertengkar Melulu? Begini Sebaiknya Orangtua Menyikapi...

ilustrasi

Jakarta, Adik mengaku dipukul sang kakak, atau sebaliknya si kakak mengadu dipukul oleh adiknya. Situasi seperti itu bisa terjadi, terutama ketika kakak dan adik memiliki beda usia yang tak terlalu jauh.

Dalam menyikapinya, ada orang tua yang langsung menyalahkan pihak yang 'salah'. Atau sebaliknya, ayah dan ibu melakukan investigasi lebih dulu. Nah, sebenanrnya, respons seperti apa yang baiknya dilakukan orang tua?

"Kalau anak ngadu dipukul sama kakak, baiknya orang tua jadi kayak juri dulu," ujar psikolog anak dari Klinik Tiga Generasi, Anastasia Satriyo MPsi, Psikolog atau akrab disapa Anas, saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

Menurut Anas, ayah atau ibu perlu bertanya situasinya ketika si kakak dan adik berseteru seperti apa ya. Lalu, mengapa bisa terjadi pukul-memukul seperti itu. Dengan demikian, orang tua tidak langsung marah pada salah satu pihak yang dianggap salah saja.

Dengan kata lain, Anas menuturkan ketika anak melakukan provokasi, orang tua tidak terpancing dan bisa bersikap lebih tenang. Selain itu, penting pula mencari tahu ketika si kakak atau adiknya mengadu, apa muatannya.

"Apakah dia cuma pengen cari perhatian orang tuanya aja. Karena kadang ada anak yang punya adik, orang tuanya jadi nggak terlalu perhatiin dia dan saat ngadu itulah si kakak baru dapat perhatian. Jadi kita bisa curiga jangan-jangan ngadu ini sarana dia minta perhatian. Sehingga penting meng-kroscek dulu kenapa anak ngadu terus," papar wanita yang juga praktik di Klinik Petak Pintar, Mampang ini.

Dalam menyikapi hubungan kakak-beradik, Anas juga mengingatkan agar orang tua tidak menerapkan prinsip si sulung harus selalu mengalah. Sebab, bagaimanapun anak sulung tetaplah anak-anak. Menurut Anas, jangan sampai karena dia anak sulung maka ia harus mengalah dengan sang adik dalam hal apapun.

Anas menambahkan, kemampuan orang tua berlaku adil dan memahami situasi amat diperlukan. Misalnya dalam hal menggunakan mainan, Anas menyarankan agar orang tua tidak menggunakan prinsip kakak mengalah pada adik, tetapi kakak bisa gantian bermain dengan adik.

"Karena konsep waktu anak juga belum paham, jadi sama-sama ajak kakak sama adik lihat jam sekalian kenalin angka kan. Kasih tahu kalau jarum di angka ini, adik yang main setelah itu baru kakak," tutur Anas.

"Memang ya kalau orang tua udah capek kayaknya gampangnya nyuruh aja si kakak ngalah, masalah selesai. Tapi efeknya nggak baik di kemudian hari. Ingat, pengalaman hidup paling susah bagi anak, termasuk orang dewasa adalah mengelola emosi. Sehingga, kita perlu latih anak juga mengelola emosi. Kalau lagi marah, dia bisa menenangkan dirinya, itu perlu dilatih dari kecil," pungkas pemilik akun twitter @anasbubu ini.

Sumber: detikhealth

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…