Skip to main content

Jawaban Brilian untuk Sentimen Anti-Islam, "Bayangkan Dunia Tanpa Muslim"


www.postmetro.co - Anggapan tak berdasar yang mengaitkan terorisme dengan Islam kerap membuat sentimen terhadap umat Muslim semakin menjadi. Hal tersebut membuat dunia barat seolah memusuhi bahkan paranoid terhadap Islam.

Bahkan, sebuah penelitian mengungkap, lebih dari setengah warga Inggris menilai Islam sebagai ancaman terhadap demokrasi liberal Barat. Perilaku xenofobia, yakni ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain dan yang dianggap asing ini, diungkap pula lewat media sosial.

Namun, sentimen itu ditanggapi dengan brilian oleh akun Tumblr Mic.com yang menampilkan meme bertulisan 'Bayangkan dunia tanpa Muslim'. Meski meme itu terkesan provokatif, penjelasan panjang yang mengikutinya justru sangat logis.

Akun tersebut mengatakan, tanpa Muslim, dunia tak akan mengenal ratusan penemuan yang digagas para cendekiawan dari dunia Islam. Beberapa di antaranya adalah alat bedah, irigasi, arsitektur, optik, universitas, rumah sakit, notasi musik, kaligrafi, kamera, termasuk hal sepele tapi sangat penting seperti kopi, sabun, parfum, kunci kombinasi, parasut, karpet, sikat gigi, dan masih banyak lagi.

Sejumlah nama besar juga disebutkannya seperti Jabir ibn Hayyan bapak kimia modern, Al-Jazari sang bapak robotik, dan arsitek Muslim yang merancang kastil Henry V. Belum lagi penemu kamera, penemu teknik operasi katarak, dan cendekiawan Muslim yang kali pertama terbang tahun 852, meski dunia lebih mengenal Wright bersaudara sebagai penemu pesawat terbang.

"Bayangkan saja dunia tanpa Muslim. Sekarang mungkin kalian bisa mengubah sentimen itu menjadi bayangkan dunia tanpa teroris, maka saya akan setuju dan dunia memang menjadi jauh lebih baik tanpa mereka," ujar pernyataan dalam artikel Tumblr yang telah banyak dibagikan ulang tersebut. [rol]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…