Skip to main content

Jawaban Abah Ador Jauh-Jauh dari Ciamis ke Aksi 212 Membuat Hati Nyes


Allah lebih mencintai mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah. Kuat secara ekonomi, kuat fisik agar bisa berjuang atau membela yang lemah dan yang tak kalah penting adalah kuat iman.

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda: “Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah, namun pada masing-masing (dari keduanya) ada kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan menjadi lemah. Jika kamu ditimpa sesuatu, jangan berkata seandainya aku berbuat begini, maka akan begini dan begitu, tetapi katakanlah Allah telah menakdirkan, dan kehendak oleh Allah pasti dilakukan. Sebab kata ‘seandainya’ itu dapat membuka perbuatan setan.” (HR. Muslim).

Yang kuat fisik belum tentu kuat iman. Kuat mengangkat dumbell berkilo-kilo dan latihan kardio beberapa menit dengan sekian kecepatan namun ketika adzan berkumandang, melangkahkan kaki saja berat.

Ya, kuat iman dapat menembus hal-hal yang secara akal sehat kadang tidak masuk namun mata telanjang kita dibuat terbelalak ketika terjadi. Bahkan sekalipun terkendala dengan fisik yang mengalami different ability (difabel).

Adalah Abah Ador namanya. Usianya 40 tahun.  Meskia ia difabel, ia bukan orang sembarangan, setidaknya imannya tidak bisa dibeli dengan uang receh Rp50 ribu. Ia adalah salah satu mujahid Ciamis, Jawa Barat, yang berjalan kaki menuju Monumen Nasional (Monas) Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Islam 3 pada Jumat (2/12/2016) kemarin.

Apa yang membuat Abah Ador begitu semangat datang ke Monas untuk Aksi Damai 212? Jawabannya sungguh mengejutkan, juga menyejukkan.

"Kehadiran saya bukan untuk menunjukkan kekurangan saya, tapi ingin memompa semangat umat Islam untuk membela al-Qur'an," kata Abah Ador, penuh kelembutan dan ketulusan.

Kehadirannya serta kekurangannya, membuat siapapun malu dan memotivasi serta memompa semangat jutaan umat Islam untuk ikut peduli membela agamaNya.

Seperti Aa Gym: "Sesuatu yang datangnya dari hati, memang sulit dijelaskan dan dihalang-halangi."

Sungguh, adakah yang bisa mengalahkan kekuatan iman?

Sumber | republished by PortalDunia.Com !

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…