Skip to main content

Jaminan Surga bagi Orang yang Bersedekah

Ilustrasi

 Setiap harta yang kita dapatkan tidak serta merta hanya milik kita karena disitu ada hak dari orang-orang yang tidak mampu sehingga kita harus menyedekahkan sebagian harta kita untuk mereka. Jaminan surga bagi orang yang bersedekah dapat dijadikan semangat bagi kita untuk terus beramal saleh, yakni dengan bersedekah.

Jaminan Surga Bagi Orang yang Bersedekah

Cerita Islami ini berasal dari Habib Abi Muhammad yang merupakan orang saleh dan selalu melakukan kewajibannya sesuai perintah Allah dan hadits Rasulullah. Suatu saat, ketika mengikuti sebuah kajian di masjid, ia sangat terharu dengan ketulusan hati Abu Bakar dalam amalan sedekah. Tanpa ragu, Habib Abi pun mengikuti jejak khalifah pertama itu dan mengatakan bahwa Demi Allah bahwa ia akan memperhatikan apa yang dilakukan oleh Khalifah Abu Bakar dengan harta yang dimilikinya.

Habib Abi kemudian menggunakan uangnya sebesar 40.000 dinar untuk bersedekah ke dalam empat bagian. Demi Allah, ia membeli dirinya karena Allah sebesar 10.000 dinar dan setelah itu demi Allah ia bersyukur karena ia sudah mendapatkan hidayah untuk sedekah, maka ia pun mengeluarkan sedekah lagi sejumlah 10.000 dinar.

Setelah dua kali bersedekah, ia pun ingin menambah keyakinannya dengan mengulang sedekah dan mengatakan bahwa sebagai rasa syukurnya, maka ia akan bersedekah sebanyak 10.000 dinar sebagai sedekah yang ketiga.

Setelah itu, Habib Abi pun sudah merasa tenang dan ia mengulang kembali bersedekah. Ia mengatakan bahwa demi Allah, ia akan menyedekahkan ke empat kalinya sejumlah 10.000 dinar untuk menyempurnakan sedekah sebelumnya. Semua itu dilakukan hanya karena Allah, bukan karena ingin mendapatkan pujian dari sesama manusia.

Berdasarkan kisah ini maka kita tahu bahwa Abu Bakar memiliki kebiasaan yang baik dalam mengamalkan hartanya untuk bersedekah sehingga patutlah dijadikan contoh. Sebagai umat manusia, sudah sepatutnya kita meneladani umat muslim terdahulu yang melakukan perintah Allah dengan ketulusan. Bahkan, mereka tidak pernah tanggung-tanggung dalam beramal, begitu juga saat bersedekah. Sebenarnya, pengertian bersedekah tidak hanya terpaku pada uang saja, tapi bisa jasa, perbuatan baik atau senyum sekalipun.

Harta adalah titipan Allah yang bisa diambil kapan saja sehingga kita harus siap dalam segala kondisi. Kita juga harus sadar bahwa apa yang kita miliki saat ini, tidaklah mutlak milik kita sehingga kita harus mengamalkannya sebaik mungkin. Seperti yang kita tahu bahwa di dalam harta kita terdapat hak orang lain, seperti anak yatim sehingga kita harus senantiasa membayarkan sedekah pada yang berhak. Tidak perlu takut miskin jika Anda ingin bersedekah banyak karena dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa semakin banyak dan ikhlas kita bersedekah maka Allah akan menggantinya dengan lebih banyak. Apabila Anda sedang dalam masa yang sulit maka ingatlah janji Allah pada orang yang sabar dengan bersedekah.

Selama kita masih memiliki kemampuan untuk membantu atau bersedekah pada orang yang lebih membutuhkan maka tidak ada salahnya jika menjadikan sedekah sebagai kebiasaan sehari-hari. Allah tidak pernah mempermasalahkan jumlah uang atau harta yang kita berikan, melainkan bagaimana keikhlasan kita dalam melakukan hal tersebut. Jadi, bagi Anda yang tidak memiliki banyak harta masih bisa melakukan amalan ini. Bahkan, bersedekah tidak harus dilakukan dengan uang. Sedekah juga bisa dilakukan dengan jasa yang bisa kita berikan, seperti membantu teman memecahkan masalah, membantu tetangga saat merayakan hajatan dan lain sebagainya untuk mendapatkan jaminan surga bagi orang yang bersedekah.

Sumber: viva

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…