Skip to main content

Jalanan Turki dipenuhi konvoi bantuan untuk Suriah


Kampanye bantuan Turki untuk mendukung warga sipil di kota Aleppo berkumpul dengan sangat cepat pada Jumat, dengan ratusan lebih kendaraan mengangkut bantuan kemanusiaan ke perbatasan Suriah.

Kampanye “Open Road to Aleppo” diikuti sekitar 100 kendaraan yang diselenggarakan oleh Humanitarian Relief Foundation (IHH) Turki bergabung dengan konvoi di Kayseri pusat provinsi Anatolia.

Berangkat pada Jumat, konvoi akan pergi ke provinsi Hatay perbatasan Turki, dekat dengan kota Suriah yang hancur, Aleppo.

Kelompok pertama kendaraan mulai perjalanannya Rabu, membawa bantuan kemanusiaan ke Turki Cilvegozu Border Gate di Hatay.

Musa Yilmaz, anggota dewan IHH Kayseri, mengatakan ia ingin menunjukkan dukungannya bagi rakyat Aleppo dan bertindak untuk melawan “penyiksaan dan penganiayaan” terhadap warga sipil di sana.

“Muslim tertindas, dianiaya, dan disiksa di keempat penjuru dunia, termasuk negara-negara seperti Suriah, Irak, dan Afghanistan.”

“Kami akan menggelar reli [di Hatay] untuk mendukung Suriah [dan] Aleppo dan menunjukkan bahwa kita berdiri dengan mereka,” tambahnya.

Dari provinsi tengah Turki, Konya, sekitar 150 kendaraan ditambah 60 truk menuju ke Hatay, ungkap Hasan Huseyin Uysal dari IHH.

“Kampanye bantuan kami masih berlangsung. Kami akan mencoba untuk mengirim bantuan sampai penganiayaan berhenti, “kata Uysal.

Kampanye bantuan lainnya juga diselenggarakan oleh Yayasan Keagamaan Turki (TDV) dan Direktorat Urusan Agama yang mengirim 38 truk ke Suriah.

Berbicara kepada wartawan di Cilvegozu Border Gate, kepala TDV Mustafa Tutkun mengatakan:

“Kami telah menyelesaikan persiapan kami untuk memenuhi kebutuhan warga sipil yang dievakuasi dari Aleppo. Kami mengharapkan lebih banyak evakuasi.”

“Kami juga akan berbicara tentang bagaimana kita dapat berkoordinasi dengan pihak berwenang lain di daerah ini dan bagaimana kita dapat memberikan bantuan dengan cara yang paling efektif,” tambahnya.

Tutkun mengatakan bahwa 10 truk bantuan lainnya akan dikirim ke Suriah secepat mungkin.

Aysegul Genc, sekretaris jenderal Turki Red Crescent, juga mengumumkan gerakan publik baru untuk membantu warga Aleppo.

Sementara itu, konvoi 12 truk dari provinsi barat Turki, Afyonkarahisar juga menuju ke Hatay. Konvoi lima truk lainnya yang membawa 150 ton bahan makanan dalam perjalanan menuju Cilvegozu dari kabupaten Kucukcekmece Istanbul, yang diselenggarakan oleh departemen urusan agama setempat.

Di provinsi selatan Kilis, berbagai organisasi bantuan – termasuk manajemen Kepresidenan Bencana dan Darurat dan Bulan Sabit Merah – mengirim bantuan kemanusiaan ke Suriah melalui Oncupinar Border Gate.

Bantuan tersebut termasuk makanan, pakaian, batubara, selimut, sepatu, dan makanan bayi.

Setidaknya 7.500 warga sipil sejauh ini meninggalkan Aleppo timur menuju daerah aman di Idlib, menurut pejabat kelompok oposisi Suriah.

Sejak pertengahan November, lebih dari 775 warga sipil telah terbunuh dan 2.500 terluka dalam serangan rezim pada wilayah Aleppo yang dikuasai oposisi, menurut pejabat pertahanan sipil setempat.

Anadolu Agency

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…