Skip to main content

Jadi Korban Sinetron, Seorang Kakak Syok Liat Isi Percakapan Adeknya di HP

ilustrasi

Sebuah akun Facebook dengan nama inisial FAA baru saja membagikan sebuah cerita yang kocak namun sekaligus mengundang keprihatinan netizen.

Cerita tersebut berkaitan dengan adik lelakinya yang masih duduk di bangku SD kelas 5.

Sama seperti kebanyakan anak zaman sekarang, adik FAA tersebut sudah dipegangi dengan ponsel sendiri.

Awalnya, FAA curiga dengan tingkah adiknya yang selalu terlihat senyum-senyum sendiri ketika sedang memegang ponselnya.

Ia pun kemudian memeriksa apa gerangan yang dilakukan oleh adiknya dengan ponsel tersebut.

Namun apa yang didapatkan oleh FAA sungguh membuat ia terkejut.

FAA menemukan sebuah obrolan sang adik dengan seorang gadis.

Tak seperti anak SD kelas 5, obrolan itu bisa dibilang terlalu dewasa.

Bahkan yang membuat FAA semakin menggeleng-gelengkan kepalanya adalah karena adiknya itu saling memakai sebutan 'Boy - Reva' dengan gadis yang ia ajak saling berkirim pesan itu.

Seperti yang diketahui, Boy dan Reva adalah nama dua tokoh dalam sinetron Anak Jalanan yang dibintangi oleh Natasha Wilona dan Stefan William.

Lalu apa isi dari obrolan tersebut? Berikut transkripnya :

Boy : Kamu marah ya sama aku lel aku mintak maaf sayang ku

Reva : Y sayang

Boy : Sip senyum dong sayang

Reva : Gak sayang

Isi obrolan kedua :

Reva : Di rumah kosong kyk biasa Boy

Boy : Yaudah. Lagi wifi an Rev

Reva : I MISS YOU

Boy : Maksudnya wad. Sama siapa kamu Rev

Reva : Aku merindukanmu sayang..

Obrolan terlalu dewasa yang dilakukan anak kelas 5 SD itupun mengundang komentar sejumlah netizen.

Banyak yang merasa terhibur karena merasa obrolan itu lucu, namun banyak juga yang merasa prihatin.

"Njir senyum sendiri gua."

"Njir Manggilnya boy reva."

"Haha semua akan mumet pada waktunya kok bang."

"Astaga prihatin."

"Korban sinetron."

Sumber: bangkapos

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…