Skip to main content

Istri Wajib Baca! Jangan Mengeluh Wahai Istri, Inilah 4 Balasan Indah yang Dihadiahkan Allah untukmu

ilustrasi

Ada yang bilang menjadi ibu rumah tangga itu enak, karena hanya tinggal di dalam rumah untuk mengurus kebutuhan anak dan suami. Memang enak yang membayangkan, tapi belum tentu semua wanita sanggup menjalaninya. Ibu rumah tangga memiliki tugas yang tak ringan bahkan bisa dibilang tak ada habisnya, dari mulai urusan gizi keluarga, kebersihan dan kenyamanan rumah, mengurus kebutuhan anak, rumah berantakan, dan masih banyak seabreg tugas lainnya. Meski begitu, sayangnya seabreg pekerjaan itu kadangkala tak terlihat dan baru bisa dilihat ketika ibu tidak mengerjakannya. Rutinitas sebagai ibu rumah tangga memang melelahkan, karenanya tak heran jika ada sebagian ibu rumah tangga merasa stress akibat pekerjaan yang tak kunjung selesai.

Tidak perlu mengeluh apalagi sampai stress saat menjalani peran sebagai ibu rumah tangga, karena dibalik kelelahan yang Anda rasakan, ada balasan yang sangat indah siap menanti. Ingin tahu apa saja balasan dari Allah untuk para ibu rumah tangga yang setia mengurus keluarganya di rumah? Simak saja informasinya berikut ini :

Pekerjaan ibu rumah tangga bernilai jihad

Meski hanya tinggal di rumah, namun ibu tidak perlu iri dnegan para lelaki yang berkesempatan mendapatkan pahala jihad. Karena seorang wanita juga bisa mendapatkan pahala jihad meski di rumahnya, sebagaimana dalam hadits yang artinya :

“Seorang wanita datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata : “Wahai Rasulullah, laki-laki memiliki keutamaan dan mereka juga berjihad di jalan Allah. Apakah bagi kami kaum wanita bisa mendapatkan amalan orang yang jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda : “ Barangsiapa di antara kalian yang tinggal di rumahnya  maka dia mendapatkan pahala mujahid di jalan Allah.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Adzim surat Al Ahzab 33)

Mendapatkan balasan surga

Meski tanggung jawab ibu rumah tangga bisa terbilang berat, namun jangan pernah mengeluh. Kerjakan dengan ikhlas dan dengan niat hanya karena Allah, niscaya Anda akan mendapatkan balasan surge sebagaimana dijanjikan Allah, dalam hadits yang artinya :
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).

Mendapatkan pahala sunnah

Berdiam diri di rumah merupakan salah satu anjuran Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, sehingga melaksanakannya akan membuat para wanita mendapatkan pahala sunnah.

“Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka.” (HR. Ahmad 6/297).

Dibersihkan dari dosa-dosa

Tidak ada seorangpun yang bebas dari dosa, begitupun para istri. Tapi dengan taat pada Allah dan Rasul_Nya, maka kita bisa mendapatkan kemuliaan, yakni : dibersihkan dari dosa. Hal ini sebagaimana terdapat dalam firman Allah SWT, yang artinya :

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Al Ahzab: 33).

Semoga informasi tentang balasan indah untuk ibu rumah tangga di atas dapat membuat Anda semangat dan senantiasa ikhlas menjalankan peran di dunia ini.

Sumber: viva

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…