Inilah Kesalahan Mendasar yang Dilakukan Jurnalis MetroTV Saat Meliput Aksi 212



Penolakan peserta Aksi Bela Islam jilid 3 terhadap liputan jurnalis Metro TV ternyata terus berlanjut bahkan seruan pemboikotan terhadap Metro TV telah menjadi trending topic twitter hari ini selasa(6/12/2016).

Pengasuh kelas Jurnalistik di Rumah Buku Simpul Semarang Rahmat Petuguran mengungkapkan bahwa ada kesalahan yang dilakukan oleh jurnalis Metro TV saat liputan Aksi 212, bukan soal angka 50 ribu jumlah peserta.

"Saya menganalisis ada kesalahan mendasar yang dilakukan Rifai saat melaporkan aksi tersebut. Kesalahan Rifai tidak terletak pada penyebutan jumlah massa aksi yang 50 ribu" ungkap Rachmat dalam tulisanya di akun Facebook pribadinya, senin(5/12/2016).

Rachmat yang juga merupakan Pemimpin Redaksi portalsemarang.com menilai bahwa kesalahan besar yang dilakukan Jurnalis Metro TV Rifai Pamone adalah tidak menyebutkan sumber berita yang menjadi rujukan mengapa menyebut angka 50 ribu peserta.


"Nah, di situlah letak masalahnya. Dalam laporan langsung itu, Rifai tidak menyebutkan nama narasumber yang mengatakan bahwa jumlah peserta aksi sekitar 50 ribu. Ia hanya menyebut atribusi “koordinator aksi yang berada di atas mobil taktis”. Siapa koordinator aksi yang berada di atas mobil taktis yang jadi narasumber Rifai? Tidak disebutkan." jelas Rachmat.

Dalam jurnalistik menurut Rachmat penyampaian sumber merupakan hal penting, karena dengan tidak adanya sumber yang jelas para pembaca atau pemirsa tidak bisa mengonfirmasi apakah narasumber betul-betul memang mengucapakn itu atau tidak. [islamedia]