Skip to main content

Inilah Jawaban Logis Untuk Umat Nyinyiers Yang Bilang 'Apa Salahnya Sari Roti? Roti Kan Halal'... Sungguh Memalukan, Nyinyiers Hanya Ngurusin Urusan Perut Semata

ilustrasi

Blundernya pengumuman dari produsen roti tersohor Sari Roti dinilai melukai hati umat Islam. Dan terang saja ini membuat banyak orang makin melek, siapa di pihak kebenaran dan siapa di pihak ketidakbenaran.

Sementara itu orang yang nyinyir terhadap orang Islam menilai tidak ada yang salah dengan roti, "Roti kan halal," kata mereka.

Pernyataan seperti itu pun pernah dihadapi oleh ustadz Abduh Zulfidar Akaha. Penulis buku "Belajar dari Akhlaq Ustadz Salafi" itu pun menjelaskan dengan mencontohkan sahabat Nabi SAW yang tidak ikut nimbrung dalam Perang Tabuk.

"Begini lho, dulu itu ada tiga orang sahabat nabi yang tidak ikut perang tabuk. Mereka pun diboikot oleh kaum muslimin atas perintah Nabi SAW. Para sahabat dilarang bicara kepad mereka bertiga. Para sahabat pun menjauhi mereka. Sampai-sampai dunia ini terasa sempit bagi mereka," Ustadz Abduh melalui catatan di laman jejaringnya.

Boikot tersebut, kata dia, berakhir dengan diterimanya taubat mereka oleh Allah SWT. "Sila caca at-Taubah 118," kata dia.

Ia juga memberi pertanyaan apakah badan tiga orang sahabat itu najis sehingga mesti dijauhi?  "Bukan! Mereka dijauhi karna sikapnya. Gitu aja.Wallahu a’lam," ujarnya.

Lalu, ada pula yang bertanya kepadanya kalau memboikot sari roti, sudah siapkah muslim bertakaful atau berkoperasi dengan sekian banyak karyawan dan agen sari roti yang akan kehilangan pekerjaannya?

Ustadz Abduh pun menjawab, "Ini soal aqidah. Kalau yakin, insyaAllah Dia Mahakaya. Rizki Dia yang mengatur. Dalam kondisi tertentu, seseorang memang akan dihadapkan pada pilihan sulit, di mana pada saat itu iman yang bicara. Dulu pun Nabi SAW dan para sahabat hanya membawa bekal secukupnya saat hijrah ke Madinah. Wallahu a'lam," tukasnya, penuh kemantapan.

Sumber: bersamadakwah

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…