Skip to main content

Inilah Alasan Mengapa Ibu Hamil Sebaiknya Mengkonsumsi Kurma

ilustrasi

KETIKA hamil, asupan yang dikonsumsi tidak hanya menentukan kesehatan ibu, tetapi juga bayi dalam kandungan. Karenanya, ibu hamil harus cerdas dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi sehari-hari.

Termasuk dalam memilih buah, ibu hamil bisa memilih kurma yang sehat selama kehamilan. Berikut alasan ibu hamil perlu mengonsumsi kurma seperti yang dilansir Boldsky:

Serat

Kurma kaya akan serat, sehingga menjaga kesehatan sistem pencernaan ibu hamil. Karena, selama kehamilan salah satu masalah yang biasa dihadapi ibu hamil adalah sembelit.

Selain itu, kurma juga dapat mengurangi kolesterol dan mencegah tubuh terserang oleh infeksi. Serat dalam kurma juga membantu menjaga berat badan tetap sehat selama kehamilan.

Folat

Selain serat, kurma juga kaya akan folat yang membantu pembentukan sel-sel batu. Selain itu, mengonsumsi kurma juga membantu ibu hamil mencegah anemia. Folat juga dapat mencegah cacat lahir, kerusakan otak dan sumsum tulang belakang pada bayi baru lahir dari faktor eksternal.

Kalium

Kurma mengandung kalium yang membantu mengendalikan tekanan darah. Selain itu, kalium dalam kurma juga membantu memelihara keseimbangan air dalam tubuh selama kehamilan. Karenanya, mengonsumsi kurma selama kehamilan dapat menjaga kesehatan jantung, fungsi otot yang optimal dan saluran pencernaan.

Protein

Kurma merupakan sumber protein yang mengandung asam amino, di mana akan membangun blok dari tubuh. Karenanya, mengonsumsi kurma selama kehamilan akan mendukung pertumbuhan janin.

Vitamin K

Kurma merupakan asupan yang mengandung vitamin K yang penting dalam pembekuan darah. Selain itu, kurma juga membantu pembentukan tulang yang kuat. Hal ini juga membantu perkembangan tulang bayi.

Sumber: okezone

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…