Skip to main content

Ini Jawaban Bagi kamu Pembela Sari Roti Aseng dengan Dalih Kasian dengan Abang Penjual roti




"Kasihan penjual sari roti..jadi nggak laku."
"Emang gampang cari kerjaan? Main boikot2 aja..."
"Kalau pabriknya tutup, pada mau kerja apa itu pegawai sari roti?"
"Mau cariin kerjaan buat si abang2 itu ??? Preeet lah kalian !!!"

----------

Saya tidak tau persisnya kapan sari roti mulai ada. Tapi seingat saya, anak saya sudah lahir empat2nya saja belum ada merk itu. Tukang roti pikulan seharga 1000-an dan 2000-an masih banyak. Roti sekelas sari roti yg dijual dengan motor atau gerobak, yang roti2nya fresh diganti setiap hari karena pabriknya pabrik kecil dan memproduksi dengan jumlah terbatas, masih banyak. Dan saya sering beli tidak hanya untuk kami sekeluarga, tapi untuk temannya anak2 yg ikut main ke rumah.
Tapi sekarang malah saya baru sadar, sejak sari roti menguasai pasar (kelas menengah), maka seketika juga saya menjadi jarang melihat roti2 produksi pabrik kecil atau home industry itu. Tidak ngeh juga, tidak mencari juga. Walaupun saya tidak beralih ke sari roti juga sih, tapi ke merk lain yg ada di mini market atau super market, karena terus terang saya tidak terlalu suka sari roti.

Nah..itu abang2 roti pikulan pada kemana? Pabrik2nya banyak yang tutup dan pekerjanya menganggur kenapa? Kok tidak ada customer atau orang2 yang "well educated" macam kita ini yang berteriak2 protes ketika sari roti yang pabriknya dimiliki oleh konglomerat itu kemudian mematikan mata pencaharian mereka? Padahal dari pemilik pabriknya, pekerjanya, salesnya, semua lebih susah dari konglomerat aseng pemilik sari roti. Kok tidak ada yang membela layaknya sekarang sales sari roti dibela?

Jawabannya : ya untuk apa? Wong semuanya sama2 cari rezeki. Pengusaha kecil pemilik bakery itu banyak yg gulung tikar, pekerja dan salesnya tiba2 menganggur, ya itu karena rezeki mereka sudah habis di sana. Karena saya, kalian, kita semua, tiba2 beralih ke sari roti atau merk lain yang lebih enak menurut selera kita.

Saya yakin rezeki mereka ada di tempat lain lagi, dan skrg sdh kembali bekerja. Malah jangan2 kerja di sari roti juga 😅

Ya jadi sekarang kalau ada yg rame2 boikot sari roti, rame2 balik ke selera zaman baheula, roti2 kampung atau produksi rumahan, belajarlah dari pelajaran matinya usaha2 roti kecil itu. Ya rezeki sari roti cuma sampai di situ barangkali. Nanti juga disiapkan rezeki yg lain sama Allah. Asal jujur, ikhlas, tawakkal...pasti rezekinya lebih bagus lagi. Tapi itu kalau yakin, kalau beriman bahwa Sang Pemberi Rizki adalah Allah... kalau nggak yakin, yaah wassalam...

*kalian yang protes pada yg boikot memboikot, silakan lah kalian skrg yg menggantikan para pemboikot itu utk jadi customer sari roti. Biarkan para pemboikot itu sekarang menjalankan keputusan mereka utk kembali menyokong kehidupan usaha para pengusaha bakery kecil2an.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…