Skip to main content

Ini Dia Tips Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Hasil gambar untuk sehat jantung


KanalBerita8 - Mengontrol pola makan adalah cara utama untuk mencegah terjadinya penyakit ini. Namun, menjaga pola makan bukan satu-satunya cara menjaga kesehatan jantung.
Terdapat beberapa cara lain yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, yaitu:
1. Kontrol tekanan darah
Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko terbesar terjadinya penyakit jantung dan stroke, baik bagi wanita maupun pria. Menurut Harvard's Women Health Watch, sebaiknya Anda mengontrol tekanan darah untuk tetap berada di bawah angka 120 per 80. Hal ini bisa didapatkan dengan mengurangi asupan garam, mengikuti diet yang sehat, dan perbanyak konsumsi makanan sumber serat.
2. Batasi alkohol
Semakin sedikit Anda mengonsumsi alkohol maka semakin kecil pula risiko penyakit jantung yang bisa Anda alami. Ganti minuman Anda dengan air putih minimal delapan gelas per hari. Anda juga bisa mengonsumsi jus buah segar tanpa tambahan gula.
3. Konsumsi aspirin
American Heart Association merekomendasikan bagi Anda yang memiliki risiko tinggi serangan jantung sebaiknya mengonsumsi aspirin dengan dosis rendah. Aspirin dapat mencegah penggumpalan darah. Hal ini dapat mencegah terjadinya serangan jantung dan stroke. Konsultasikan pada dokter untuk jumlah dosis yang disarankan.
4. Perbanyak olahraga
Olahraga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Stroke pada tahun 2012 menemukan bahwa olahraga minimal empat kali seminggu dapat mengurangi risiko stroke. Anda bisa melakukan olahraga apapun asalkan sesuai dengan kemampuan Anda. Bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum memulai olahraga agar Anda mendapatkan manfaat yang maksimal.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…