Skip to main content

Ini Daftar Negara Dengan Jumlah Caesar Terbesar


Di seluruh dunia, tingkat operasi Caesar atau c-section meningkat drastis. Kekhawatiran pun muncul, karena sebagian besar pasien tidak mengetahui secara detail terkait risiko jangka panjang dan pendek, termasuk alasan medis yang mendasar mengapa harus dilakukan operasi.

World Health Organization (WHO) telah lama merekomendasikan bahwa yang tingkat c-section yang ideal dalam satu negara adalah sekitar 10-15%. Namun data mengungkap, ketika presentase c-section di sebuah negara naik menuju angka 10%, ada penurunan yang signifikan dalam jumlah kematian ibu dan bayi.

Lalu mengapa presentase c-section terus naik? Untuk menjawab pertanyaan dibutuhkan analisis kompleks. Banyak faktor yang terlibat, seperti usia ibu, janin kembar, dan tingkat obesitas. Beberapa negara memiliki tingkat presentase kelahiran melalui operasi yang sangat tinggi, lebih dari 10 hingga 15 %.

Secara global, rata-rata c-section terjadi sekitar 18,6 % dari keseluruhan kelahiran di seluruh dunia. Atau bisa dikatakan satu dari lima perempuan di dunia melahirkan secara caesar. Berikut statistik presentase prosedur operasi caesar dari 121 negara antara tahun 1990 hingga 2014. Negara yang paling tinggi tingkat operasi caesarnya adalah Republik Dominika

Presentase 46 – 57 %
- Republik Dominika 56,4%
- Brasil 55,6%
- Mesir 51,8%
- Turki 50,4%
- Iran 47,9%
- China 47%

Presentase 35 – 45%
- Meksiko 45,2%
- Chile 44,7%
- Maldives 41,1%
- Uruguay 39,9%
- Georgia 36,7%
- Korea Selatan 36,6%
- Romania 36,3%
- Italia 36.1%
- Hungaria 35,3%
- Portugal 35%

Presentase 30 – 45%
-Polandia 34,6%
- Malta 33,5%
- Bulgaria 33,1%
- Paraguay 33,1%
- Australia 33%
- Amerika Serikat 32,2%
- Switzerland 32,5%
- Jerman 30,9%
- Republik Slovakia 30,7%
- Sri Lanka 30,5%
- Albania 30%

Sumber: dream

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…