Skip to main content

IHSG Masih Tertekan...


Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang tertekan pada perdagangan hari ini. Pergerakan indeks diperkirakan berada dalam kisaran 5.175-5.280.

Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, IHSG ditutup melemah 7,6 poin (0,14%) menjadi 5.265,37 dipicu pelemahan saham sektor infrastuktur dan aneka industri. Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham hinggaRp 361,14 miliar.

Berbeda dengan mayoritas bursa saham di Asia ditutup menguat setelah rilis data peningkatan indeks leading ekonomi dan kepercayaan Jepang. Peningkatan harga komoditas tambang, seperti bijih besi, ikut menopang penguatan tersebut. Sedangkan Bursa Eropa dibuka menguat signifikan di tengah optimisme Bank Sentral Eropa akan memperpanjang program pembelian obligasi.

Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan indeks akan dipengaruhi rilis data ekonomi selanjutnya, seperti aktivitas ekspor dan impor, serta neraca perdagangan Tiongkok. Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi kebijakan moneter ECB terkait kondisi ekonomi di zona Eropa.

Secara teknikal, menurut dia, IHSG bergerak terkoreksi dengan kecenderungan pulled back tepat pada resistance dengan membentuk bearish candle dalam dua hari berturut-turut bersamaan dengan penurunan volume perdagangan. Indikator stocastic menunjukkan indeks sedang dead-cross tepat di area overbought dengan momentum RSI bergerak mendatar.

“Pola tersebut membuka peluang IHSG lanutkan pelemahan hingga perdagangan saham hari ini,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (7/12).

Senior Analis Binaartha Parama Reza Priyambada mengatakan, pergerakan IHSG berjalan sesuai skenario, yaitu cenderung berbalik arah melemah dipicu aksi ambil untung pelaku pasar. “Setelah naik dalam enam hari berturut-turut sejak 28 November, IHSG mulai dilanda aksi ambil untung,” tuturnya di Jakarta, kemarin.

Pergerakan IHSG berlawanan arah dengan bursa Asia dengan kecenderungan menguat. Bahkan, indeks bergerak tidak beriringan dengan tren penguatan indeks bursa saham Eropa. Hal ini mengindikasikan pelemahan indeks bursa akibat technical correction dengan memanfaatkan penguatanpenguatan sebelumnya.

Potensi pergerakan serupa diproyeksikan tetap berlanjut hingga perdagangan saham hari ini. Sedangkan beberapa saham yang layak untuk dicermati adalah saham MDLN dengan target harga Rp 358, CTRS dengan target harga Rp 2.830-3.120, SIDO dengan target Rp 565-575, SGRO dengan target Rp 1.925-1.985, dan CPRO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 61-69.

Sumber: beritasatu

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…