Skip to main content

Hati-hati! Pakai Modus Alat Listrik Bikin Tagihan Murah, Perhiasan Senilai Rp. 10 Juta Amblas

ilustrasi



Merasa ditipu oleh petugas PLN gadungan, Tuminem (78) warga Kedawung RT 03/04 Pejagoan lapor polisi. Diiming imingi alat yang dapat meringankan tagihan listrik, perhiasan senilai 10 juta rupiah miliknya harus melayang dibawa kawanan yang dianggapnya penipu.

Keterangan dari Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Wasidi, kejadian berawal  pada Jumat (09/12) siang, saat itu dirinya didatangi orang tak dikenal yang mengaku sebagai petugas PLN menawarkan barang bagus, agar tagihan listrik jadi murah, terangnya.

Saat tiba di rumah korban untuk melakukan aksinya, berdasarkan keterangan korban, petugas PLN yang datang saat itu satu laki – laki dan dua perempuan menawarkan alat yang dapat meringankan tagihan listrik.

Keterang korban, gaya berpakaian serta tutur katanya saat itu dapat membuat korban yakin bahwa orang tak dikenal itu adalah petugas PLN. maka korbanpun mempercayainya  akhirnya membeli barang yang katanya bagus itu,” ucap Wasidi.

Karena pada saat kejadian, korban tidak mempunyai cukup uang, akhirnya alat yang ditawarkan 8 jutaan rupiah itu dibayar menggunaan perhiasannya senilai 10 juta rupiah.

Setelah diserahkan, barang yang dijanjikan, menurut keterangan korban akan segera diberikan dalam waktu dekat katanya, hal tetsebut dikatakan korban kepada polisi, saat melaporkan kejadiannya, pada sore harinya.

Merasa ada kejanggalan, dan didesak saudaranya bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan, akhirnya disarankan untuk melaporkan kejadian itu kepada Polsek Pejagoan Polres Kebumen.

Mendapati laporan itu, Kapolsek Pejagoan AKP R Widiyanto, SH, MH langsung melakukan penyelidikan kasus tersebut. Pihaknya sampai saat ini masih mengumpulkan sejumlah data untuk mendalami kasusnya

Dan jika terbukti merupakan aksi penipuan, dengan menggunakan data dari keterangan korban, Polsek Pejagoan akan melakukan pengejaran kepada kawanan PLN gadungan itu,

sumber: pembawaberita

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…