Skip to main content

Hati-hati! Ini Beberapa Kebiasaan Buruk Yang Sering Dilakukan Pengendara Saat Hujan.....Bisa Berbahaya Lho

ilustrasi




Setiap hujan turun ada-ada saja kebiasaan buruk yang dilakukan oleh pengendara mobil dan motor di jalan raya. Hal itu tentu sangat membahayakan si pengendara sendiri dan orang lain.

Berikut ini kebiasaan buruk yang dilakukan pengendara saat hujan, seperti dikutip dari Queenrides, Senin (12/12/2016).

1. Menyalakan Lampu Hazard

Jangan sekali-kali menyalakan lampu hazard di tengah guyuran hujan deras, karena bisa membuat bingung dan mengaburkan penglihatan pengendara lain. Cukup menyalakan lampu besar atau lampu utama mobil agar kendaraan Anda terlihat oleh pengguna jalan lain. Gunakan lampu hazard hanya sebagai tanda darurat.

2. Mengerem Mendadak

Saat hujan Anda harus menjaga jarak dengan kendaraan lain di depan untuk menghindari pengreman mendadak. Dalam kondisi hujan, tapak ban ke permukaan jalan atau aspal tidak maksimal. Kalau Anda mengerem mendadak bisa kehilangan keseimbangan dan ban motor bisa selip.

3. Kendalikan Gas

Usahakan gas dikendalikan secara stabil dan mulus. Jangan mengebut, karena jalan licin dan jarak pandang minim. Lebih baik konsentrasi saat mengemudi dan injak pedal gas secara halus.

4. Genangan Air

Banyak pengendara mobil dan motor yang menganggap remeh genangan air. Tidak sedikit yang melaju kencang di jalan yang digenangi air, sebenarnya cara itu sangat membahayakan karena berisiko terjadinya hydroplaning.

5. Berteduh di Bawah Jembatan

Cari tempat berteduh yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas. Jangan berteduh di bawah jembatan penyeberangan atau jalan layang karena selain membahayakan bisa mempersempit ruang untuk kendaraan lain yang ingin melintas. Hindari juga berteduh di bawah pohon besar sebab berisiko tumbang yang dapat membahayakan pengendar motor.

sumber: okezone

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…