Skip to main content

Hanya Bisa Boyong Salah Satu Bayi, Surya Saputra Ungkap Kebahagiaan dan Kesedihannya

ilustrasi

Pasangan Surya Saputra dan Cynthia Lamusu tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya memboyong salah satu buah hatinya ke rumah. Ataya Tatjana Aisyah Putri, salah satu dari bayi kembar pasangan selebritis ini sudah diizinkan pulang ke rumah.

Sejak melahirkan, bayi kembar Cynthia dan Surya memang langsung dirawat di ruang perawatan khusus, NICU, karena memerlukan perawatan khusus tim medis akibat terlahir prematur.

" Assalamualaikum, om dan tante Semua, kenalin aku Tatjana anaknya Mama Thia dan Papa Uya. Alhamdulillah Hari ini Aku udah Bisa Pulang ke rumah sama Dr. Risma & @drtiwi dari Tim Ruang Nicu. Hati ku senang, karena akhirnya Bisa kumpul sama Mama, papa dan Keluarga Lainnya,"  tutur Surya dan Cynthia di akun instagram mereka masing-masing, Kamis 8 Desember 2016.

Namun di tengah kebahagiaan itu terselip kesedihan, lantaran anak laki-laki mereka, Atharva Bimasena Saputra belum diperbolehkan pulang oleh dokter.

" Tapi sedikit sedih juga, karena adikku Bima belum boleh pulang. Masih harus Perawatan Di ruang Nicu,"  ungkapnya.

Pasangan yang menikah 2008 ini pun tak lupa meminta doa untuk kesehatan buah hatinya.

" Doain Adik Bima cepet Besar, tumbuh sehat dan kuat yaaa om tante. Biar kami bisa berkumpul semua sekeluarga. Terimakasih om dan tante teman-teman mama dan papa yang selama ini sudah kasih support dan doa untuk keluarga kami yaa,"  tuturnya.

Netizen pun ikut senang dengan kabar bahagia ini. " Alhamdulillah ikut senang. Mudah-mudahan adik Bima cepat nyusul kakak Tatjana pulang ke rumah kumpul sama mama dan papa,"  tutur akun Zilla.

" Sehat terus ya Tatjana, semoga dede Bima bisa cepat sembuh biar bisa kumpul bareng,"  kata akun Fitri.

" Alhamdulillah, selamat ya. Semoga menjadi anak yang sholeh dan sholeha sehat selalu. Amin,"  kata akun Belly.

Sumber: dream

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…