www.postmetro.co - Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab mengritik rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membentuk Satgas Cegah Tindakan Intoleran (SCTI). Bahkan, Habib Rizieq menyebut Presiden Jokowi gagal paham.

Hal tersebut dikatakan Habib Rizieq saat menyampaikan ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW di Markas FPI, 11 Desember 2016 lalu.

Dalam ceramahnya, Habib Rizieq mengatakan, sampai hari ini Presiden Jokowi belum pernah mengeluarkan pernyataan bahwa penista agama harus ditindak tegas.

“Sampai aksi 2 Desember yang digelar umat Islam di Monas, presiden datang di penghujung acara hanya mengucapkan tiga masalah. Terima kasih atas doanya. Itu yang pertama. Kemudian yang kedua apresiasi atas ketertibannya. Dan ketiga, silahkan pulang dengan tenang,” ucap Habib Rizieq.

Padahal, lanjut Habib Rizieq, yang diharapkan saat itu, Presiden Jokowi menyampaikan di depan umat Islam bahwa di Indonesia tidak boleh ada penista agama. Siapa pun yang menista agama harus diberi hukuman dengan tegas.

“Lagi-lagi presiden gagal paham. Kenapa dikatakan gagal paham? belum lagi ada tindakan terhadap penista agama, kemarin Presiden deklarasikan Satgas Sara. Membentuk tim intoleransi,” tambah Habib Rizieq.

“Sauduara, kita ingin sampaikan kepada Presiden kita, kalau kau serius membentuk Satgas Sara, kalau kau serius membentuk Tim Anti Intoleran, maka Satgas Sara tersebut yang pertama kali dilakukan adalah tangkap penista agama,” tegas Habib Rizieq.

Habib Rizieq mempertanyakan tujuan dibentuknya Satgas Cegah Tindakan Intoleran. Jika Satgas dibentuk untuk mencegah tindakan Sara, maka harus menindak mereka yang melecehkan agama.

“Untuk apa Satgas Sara dibentuk? untuk apa tim intoleransi dibentuk? apa untuk menangkap penista agama? apa untuk menindak mereka yang melecehkan agama selama ini?,” tandas Habib Rizieq. [psid]
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: