Skip to main content

Guna Mendongkrak Penjualan, Advan Rilis Tablet Advan Satria Bima-X

ilustrasi

Angka penjualan tablet tengah digenjot oleh salah satu merk smartphone, Advan, walaupun diketahui jika pasar untuk perangkat ini terbilang lesu. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya yaitu dengan meluncurkan tablet yang ditargetkan kepada penggemar dari serial televisi yang berjudul Satria Garuda Bima-X.

Kali ini, Advan diketahui tengah merilis sebuah tablet berbasis OS Android 6.0 yang bernama Advan-Satria Heroes Bima X. Dengan tablet yang memiliki layar 7 inci ini, diharapkan akan menarik perhatian dari generasi muda yang memnag target utama dari perangkat ini.

“Pasar tablet saat ini cukup ‘penuh’, sehingga kami harus membuat produk yang inovatif untuk memikat konsumen. Salah satu caranya yaitu dengan menggandeng publisher serial televisi Satria Garuda Bima-X. Kerjasama ini diharapkan bisa menumbuhkan jiwa patriotisme untuk anak-anak Indonesia sejak dini,” jelas Marketing Director Adva, Tjandra Lianto, Rabu (7/12/2016).

Walaupun target utama adalah sebuah komunitas, namun menurut penuturan dari Tjandra, tablet ini akan tetap di jual di seluruh wilayah pasar Advan. Ia menambahkan jika pihaknya akan memproduksi 20 ribu unit tablet Advan-Satria Heroes Bima X yang akan mulai didistribusikan mulai awal tahun 2017 mendatang.

“Kami akan sediakan 20 ribu unit untuk Januari 2017 saja, setelah itu kami akan lihat respon pasarnya seperti apa. Kalau bagus, kami bisa tambah hingga 100 ribu unit,” ucap Tjandra.

Reino Barack yang merupakan tokoh kunci dari terciptanya serial tokusatsu pertama di Indonesia, Satria Garuda Bima-X, juga menambahkan jika pihaknya sangat berharap jika tablet ini bisa mendapatkan respon positif dari masyarakat. Ia juga mengatakan jika kerjasama yang dilakukan oleh pihaknya dengan Advan ini akan memberikan efek positif bagi kedua belah pihak.

“Kolaborasi antara Advan dan Satria Heroes Bima-X ini bisa terjalin erat karena sebagai merek nasional, kami memiliki misi yang sama untuk menjadi merek kebanggaan Indonesia dengan menghasilkan tablet berkualitas Advan-Satria Heroes Bima X,” ujar Reino.

Sebagai informasi, Advan-Satria Heroes Bima X sendiri akan hadir dengan dukungan prosesor quad-core 1GHz, RAM 1GB, memori internal 8GB serta dilengkapi dengan microSD berkapasitas maksimal 32GB. Tablet tersebut juga dilengkapi dengan kamera depan serta belakang yang masing-masing bersensor 2MP.

Tablet yang sudah kompatibel dengan jaringan 4G LTE serta memiliki daya baterai 2.650 mAh ini akan hadir dalam dua pilihan warna, yaitu silver dan gold. Sedangkan untuk masalah harga, Advan-Satria Heroes Bima X akan dibanderol dengan harga Rp 999 ribu saja.

Sumber: kabarmaya

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…