Ilustrasi

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyuono, mempersilakan polisi memproses hukum para aktifis, termasuk Hatta Taliwang, jika memang dapat membuktikan tuduhan makar.

“Namun jika Polisi nanti tidak bisa membuktikan adanya upaya makar dari kelompok aktivis maka taruhannya adalah nama Polri sendiri dan saya rasa Kapolri harus mundur nantinya,” tegas Hatta dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 9/12).

Lebih lanjut dia menilai data-data intelejen yang digunakan kepolisian untuk menjerat para aktifis oleh Polri itu sesungguhnya belum memenuhi unsur makar itu sendiri.

“Sebab biasanya disemua negara jika terjadi makar maka syarat utama harus ada keterlibatan militer, keinginan mengantikan ideologi negara, pengikutnya banyak, dan ada rapat rapat tertutup nah ini mereka mau makar masa buat rapat terbuka dan ngundang wartawan,” jelasnya.

Arief menilai tuduhan makar atas para aktivis sangat lemah dan tidak mendasar. Karena mereka selama ini juga hanya berjuang untuk mengembalikan UUD 1945 yang asli dan Pancasila sebagai sistem negara kita bukan untuk ganti ideologi negara.

Dia kemudian mengimbau Presiden Joko Widodo yang dihasilkan dari produk demokrasi liberal untuk jangan mau percaya akan adanya makar pada dirinya. Justru, dengan penangkapan para aktivis itu nantinya bisa menjadi blunder bagi pemerintah Joko Widodo yang dianggap anti demokrasi.

Sumber: intelijen
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: