Skip to main content

Gegerkan Netizen, Peserta Aksi 212 Ini "Sombongkan" Donasi US$ 9000 Untuk Gempa Aceh


Salah seorang peserta Aksi 212, Azzam Mujahid Izzulhaq secara terang-terangan menyampaikan donasi USD 9000 (atau setara Rp 117 juta) untuk membantu korban Gempa Aceh.

Statusnya memang dimaksudkan untuk "sombong" terhadap orang-orang yang sombong. Seperti nasihat Imam Syafii.

"Bersikaplah sombong kepada orang sombong sebanyak dua kali." -Imam Syafi'i.

Statusnya di fb yang "tidak biasa" ini gegerkan netizen. Hingga tulisan ini diposting sudah di share 6 ribu lebih, ada seribu komentar dari netizen.

Berikut isi postingannya di fb:

[Azzam Mujahid Izzulhaq]

Donasi pribadi saya sebesar USD 9000 (setara Rp 117 juta -red) pagi ini untuk saudaraku di Aceh yg sedang tertimpa musibah. Saya titipkan ke sahabat relawan yg sudah berada di sana. Bismillah...

Sombong? Iya, saya menyombongkannya khusus untuk mereka yg sombong dan pongah mempertanyakan kenapa untuk #AksiBelaIslam begitu wah sedangkan untuk membantu saudara di Aceh diam-diam saja.

Kepada mereka saya bisikkan:

"Bro bro, kalau mau lihat para pembela Al Quran membantu para korban, jangan hanya mantengin tv (apalagi channel itu mulu) atau layar gadgetmu saja. Menanti media kesayanganmu mengabarkan. Gak akan ada, Bro... Gimana kalau lu datengin juga ke sana dan lu lihat dan buktikan ya...
Oh ya bro, berapa donasimu untuk membantu mereka? Share juga dong Bro... Eh Bro, sudah makin sehat, kan?"

***

"Bersikaplah sombong kepada orang sombong sebanyak dua kali." -Imam Syafi'i.

"Bersikap sombong kepada pecinta dunia merupakan bagian ikatan Islam yang kokoh." -Imam Az Zuhri.

"Bersikap sombong kepada orang yang bersikap sombong kepadamu, dengan hartanya, adalah termasuk bentuk ketawadhuan." -Imam Yahya ibn Mu'adz.


#PrayForAceh
#SelamatkanIndonesia

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…