Skip to main content

GEGER, Polisi Ciduk Oknum Cina Memiliki KTA TNI Palsu Beserta Mobil Memakai Plat TNI Palsu




Pengguna Sosmed atau Netizen geger dengan berita perihal di tangkapnya beberapa oknum Cina yang memiliki KTA (Kartu Tanda Anggota ) TNI palsu beserta mobil dan plat TNI palsu.Seorang netizen bernama  Talita Moduto melalui akun facebooknya membuat postingan lengkap dengan upload berupa bukti  foto dan kronologi tertangkapnya oknum cina yang mengaku Anggota TNI dengan memilik KTA TNI palsu serta mobil dinas TNI lengkap dengan plat Palsu TNI.



Dalam unggahan foto tersebut di ketahui oknum cina yang anggota TNI palsu tersebut bernama Gavin Cjandra Laksana,Berasal dari kesatuan kodam V Brawijaya dengan jabatan Pomdam V brawijaya. Oknum TNI palsu cina tersebut beralamat di Surabaya.dengan kelahiran 20 Februari  1994.


Sampai berita ini diturunkan kami belum mendapatkan informasi klarifikasi tentang kebenaran berita ini.Semoga secepatnya ada informasi berupa klarifikasi dari pihak berwajib dalam hal ini polisi dan TNI perihal kebenaran informasi yang beredar dimana sudah meresahkan masyarakat . 

Berikut Postingan lengkap perihal TNI palsu oknum cina tersebut:

“ PARAH...!!!! 
ada oknum Cina, berani pakai mobil dengan plat palsu TNI. herannya, mereka juga memiliki Kartu Anggota TNI.. 
Makin amburadul saja negeri ini.. 
apa kalian menganggap ini biasa saja?
#SaveNKRI
------------------------------------------------------------
*Copas..... 
Yth Komandan Kodim 0825. Mohon ijin melaporkan:
1. Pada hari minggu tgl 11-12-16 pkl.08.00 wib bertempat di kantor KTL Lantas Polsek Rogojampi telah dilakukan penangkapan satu unit Mobil Inova dengan plat mobil Dinas 99457-V yang di kemudian entnis cina an: GAVIN TJANDRA LAKSANA.( Etnis Cina).
2. Dengan kronologi kejadian sbb:
a. pkl.23.00 wib kendaraan dari arah surabaya menuju Banyuwangi dengan tujuan Ds.Pakitaji mengecek usaha walet ditengah jalan tepatnya di wilayah Kec Genteng mobil melintas dilihat oleh Kabg Sumda Kompol Mustakim dan dilaporkan kepada Kompol Jarwo Kabagops akhirnya diadakan penangkapan oleh anggota Lantas Polsek Rogojampi beserta Anggota unit intel Kodim 0825 dan anggota Koramil Rogojampi dengan jumlah penumpang kl.5 orang atas nama:
- Gavin Candra ( Keturunan cina).
- Edi Sumitro umur 50 thn.(Keturunan cina ).
- Geri Condro ( Keturunan cina).
- Bambang Susilo 25 thn.( jawa).
- Joni Faul 21thn ( NTT).
- Saat ini Mobil Inova dengan plat dinas 99357-V masih diamankan di pos KTL Lantas Rogojampi sambil menunggu peneriksaan lembih lanjut.
- Pkl.08.56 wib Mobil dengan plat dinas 99357-V tiba di Kantor Subdenpom V /3-3 selanjutnya diadakan pemeriksaan oleh sub Denpom V/3-3 Banyuwangi. Dmikian ump. 
Selama pemriksaan berjalan aman dan tertib.
Tembusan :
Kasdim 0825. 
Pasintel dim 0825 (km)

sumber : (Talita Moduto)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…